HUKUM & KRIMINAL

Kebijakan Bupati Mabar, Proyek Rp 4 Miliar Tanpa Proses Lelang

Bupati Mabar, Agus Ch. Dula diperiksa hakim Tipikor Kupang.

KUPANG, Kilastimor.com-Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi proyek jalan Lando Noa tahun 2015 senilai Rp 4 miliar.

Sidang kali ini JPU Kejari Kabupaten Mabar menghadirkan Bupati Mabar, Agustinus CH. Dula sebagai saksi yang dipimpin oleh ketua majelis Muhamad Soleh didampingi hakim anggota, Gustaf Marpaung dan Ibnu Kholiq.

Terdakwa Kadis PU Mabar, Agus Tama dan Vincen Dirut CV. Sinar Lembor Indah didampingi kuasa hukumnya, Lorens Mega Man cs. Turut hadir JPU, Empu Guana.

Bupati Mabar dalam keterangannya mengaku, proyek senilai Rp 4 miliar itu tanpa ada proses lelang, hanya dilakukan penunjukan pemenang oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mabar.

Selain itu, kata saksi, penunjukan dilakukan karena kebijakan dirinya selaku Bupati Kabupaten Mabar dengan alasan teknis yakni untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Mabar.

“Proyeknya tanpa ada proses lelang hanya penunjukan karena kebijakan saya sebagai Bupati dengan alasan teknis untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan saksi, proyek boleh dilakukan penunjukan namun harus ada bencana alam yang dibuatkan dalam disposisi atau permintaan dari pihak Dinas PU Kabupaten Mabar.

Saksi ketika ditanya oleh JPU, apakah memang benar saat itu ada bencana alam yang harus ditangani secepat mungkin, saksi mengaku bahwa saat itu tidak ada bencana alam. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan baik dari BMKG dan BPBD Kabupaten Mabar.

Baca Juga :   DPP Demokrat: Untuk Memenangkan Pilkada Butuh Supertim Bukan Superman

“Saat itu tidak ada bencana alam tapi saya minta pihak Dinas PU agar buat bencana alam dalam permintaan. Tidak ada juga pemberitahuan dari BMKG dan BPBD Kabupaten Mabar kalau ada bencana tapi itu kebijakan saya untuk buatkan bencana alam dalam laporan,” ujar Bupati sebagai saksi.

Diakui saksi, dirinya pernah menelpon Agus Tama Kadis PU Kabupaten Mabar untuk menanyakan CV mana yang mengerjakannya namun saat itu Kadis PU selaku terdakwa mengaku bahwa CV. Sinar Lembor Indah yang mengerjakannya.

Namun anehnya, CV. Sinar Lembor Indah menandatangani kontrak pada 14 Maret 2015. Namun fakta yang terjadi proyek berjalan dua bulan sebelumnya. (crh)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top