RAGAM

Tengah Rayakan HUT RI, Masyarakat Pantar Mendadak Diserang Musuh

Para pelakon drama kolosal pose bersama di Pantar

KALABAHI, Kilastimor.com-Masyarakat Kecamatan Pantar, kabupaten Alor, mendadak diserang musuh saat perayaan HUT RI ke-72.

Sebelumnya, masyarakat hidup begitu sejahtera. Mereka bekerja, mengolah tanah mereka dan mencukupi segala kebutuhan hidup mereka. Mereka hidup begitu aman, tentram dan damai. Mereka hidup rukun satu dengan yang lain. Saling menolong dalam budaya gotong royong.

Namun, disaat mereka sedang hidup aman, tentram dan sejahtera, datanglah musuh mengobrak-abrik segala sesuatu yang mereka miliki. Tanah mereka dirampas, hasil bumi mereka yang dipakai untuk kebutuhan mereka, dijarah oleh musuh.
Mendapatkan perlakuan demikian, sontak seluruh masyarakat bangkit melakukan perlawanan. Walaupun menggunakan senjata seadanya, namun masyarakat bahu membahu melakukan perlawanan.

Musuh sendiri, dengan alat perang yang modern terus menyerang, tetapi masyarakat Pantar tidak pernah takut atau mundur. Berbekal senjata tradisional yang dinamakan Moso atau Kosan, yakni kelewang panjang sejenis parang, dan bambj runcing, masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Pantar terus melakukan perlawanan.

Banyak masyarakat yang gugur dalam pertempuran yang dilancarkan musuh. Gugurnya banyak masyarakat, tidak menyulutkan semangat masyarakat Pantar, untuk terus berjuang dan mengusir musuh dari tanah Pantar.

Bangkit pula diantara masyarakat, TNI, Polri, bersama masyarakat melakukan perlawanan. Akhirnya musuh berhasil diusir dari Pulau Pantar.
Demikianlah drama kolosal yang digelar pada saat perayaan HUT RI ke-72 di Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, pada Kamis (17/8) siang.

Baca Juga :   Besok, 67 Pejabat Struktural Eselon III dan IV di Lingkup Pemkab Belu Dilantik

Pelatih Triatrikal ini, Sertu Yoksan Puling, ketika, ditemui kilastimor.com, menjelaskan tentang drama tersebut. Dijelaskan, drama tersebut memperingati perjuangan para pahlawan dari Pantar, yang pernah melakukan perjuangan mengusir penjajah dari tanah Pantar.

Dimana, mereka berkorban demi kesejahteraan anak cucu mereka.
Saat itu, ketika Para Pahlawan dari Pantar melakukan perlawanan, mereka memiliki tekad yang sama, yakni untuk kemerdekaan dan kesejahteraan anak cucu mereka. Jiwa dan raga, mereka rela korbankan, demi masa depan anak cucu yang penuh kecerahan.

Hasilnya, Indonesia merdeka, dan dikumandangkan melalui Proklamasi Kemerdekaan, yakni 17 Agustus 1945.
Untuk itu, sebagai anak cucu, dalam hari kemerdekaan ke- 72, mereka memperingati dan merayakan hasil yang sudah diberikan dengan menampilkan drama tersebut.

Untuk diketahui, drama tersebut berlangsung selama 25 menit, di lapangan kecamatan Pantar, usai upacara peringatan HUT RI ke-72. Walaupun persiapan drama tersebut hanya berlangsung 5 hari, tetapi performa mereka mengundang decak kagum dan tepik sorak masyarakat yang hadir. Bahkan seolah-olah, masyarakat dilibatkan langsung dalam drama tersebut. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top