RAGAM

Tunggu Putusan Hakim Hongkong, Pemulangan Jenazah nDjoerumana Tertunda

Barnabas nDjoerumana/IST

KUPANG, Kilastimor.com-Rencana pemulangan jenazah Almarhum Barnabas nDjoerumana, masih mengalami penundaan. Alasan penundaan ini karena, masih menunggu keputusan hakim apakah Barnabas meninggal wajar atau tidak.
Hal ini sesuai dengan Undang-undang Pemerintah Hongkong. Sedangkan hakim sedang libur akhir pekan, sehingga hakim hanya bisa putuskan kepastian meninggalnya pendiri Kempo NTT ini, pada jam kerja, yaitu Senin, 7 Agustus 2017.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Koni NTT, Andre Koreh melalui pesan singkatnya. Andre saat ini bersama rombongan atlet Kempo di Hongkong.
Dikatakan, rencananya jadwal persidangan akan dilakukan pada Senin, 7 Agustus 2017, pukul 10.00, waktu Hongkong.

Sehingga setelah putusan hakim, jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta. Disampaikan, kemungkinan jenazah akan diberangkatkan bersama rombongan Kempo ke Indonesia, Senin, (7/8) Siang.

Dalam pesannya, Andre mengatakan, jenazah Simpai Nabas (panggilan lain Bernabas ndjoerumana, nyaris diotopsi, tetapi beruntung dalam tas almarhum, ditemukan medical record secara lengkap, sehingga tidak jadi di Otopsi. Tetapi menurut Andre, medical record almarhum akan dipakai sebagai alat bukti dalam persidangan nanti.

“Kita beruntung karena almarhum memiliki medical record. Sehingga, itu yang kita bisa pakai sebagai bukti dalam persidangan Senin nanti. Bukti yang ada untuk membenar almarhum dalam keadaan sakit,” jelas andre dalam pesannya.

Rencananya Jenazah Simpai Barnabas yang juga mantan Sekda Kabupaten Kupang itu akan disemayamkan di Kantor perwakilan NTT, di jalan Tebet Timur Dalam Jakarta.

Baca Juga :   Bupati Belu Tanggapi Penolakan Pinjaman Daerah oleh DPRD

Sementara rencananya, Jenazah dibawa ke Kupang dan tiba Selasa pagi.
Pada kesempatan ini, Andre meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat NTT agar tidak ada halangan untuk membawa pulang jenazah Simpai Nabas ke Kupang. Saat ini, dua orang pelatih Kempo, masing-masing Alfonsus Thedorus dan George Hadjo ditugaskan untuk mengurus segala sesuatunya, selama di Hongkong, hingga Jenasah tiba di kupang. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top