HUKUM & KRIMINAL

Alasan Tahanan Hampir Habis, Hakim Keluarkan Sekda TTS. Hakim: Tidak ada Permainan

Sekda TTS, Salmun Tabun ketika menyimak penetapan hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (5/9) .

KUPANG, Kilastimor.com-Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Edy Pramono yang menyidangkan kasus dugaan korupsi dana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (5/9) memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten TTS, Patrik Neonbeni untuk mengeluarkan terdakwa Salmun Tabun selaku Sekda TTS dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kupang.

Edy Pramono yang bertindak sebagai ketua majelis hakim dalam perkara itu dalam penetapannya yang dibacakan dalam ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (5/9) memerintahkakan agar JPU Kejari Kabupaten TTS segera mengekuarkan terdakwa.

“Karena masa tahanan akan selesai, maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten TTS segera mengeluarkan terdakwa dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang hari ini juga,” kata hakim, Edy Pramono.

Menurut Edy Pramono, terdakwa ditangguhkan penahanannya karena masa tahanan terdakwa akan berakhir pada tanggal 13 September 2017 mendatang.

Alasan lainnya, kata hakim saat bacakan penetapan, bahwa selama persidangan terdakwa bersikap sopan, baik dan terdakwa selalu kooperatif dalam.persidangan.

“Alasan lainnya yakni terdakwa bersikap sopan, baik dan kooperatif selama persidangan,” ungkap Edy Pramono.

Demikian penetapan yang dibacakan majelis hakim, Edy Pramono yang didampingi hakim anghota, Ali Muhtarom dan Gustaf Marpaung. Terdakwa Salmun Tabun didampingi kuasa hukumnya, Mel Ndao Manu cs. Turut hadir JPU Kejari Kabupaten TTS, Patrik Neonbeni.

Baca Juga :   Pemkab Belu Sosialisasi Budaya Kerja terkait Reformasi Birokrasi

Edy Pramono yang ditemui usai sidang saat dikonfirmasi terkait penetapan penangguhan penahanan, dirinya menjelaskan bahwa masa tahanan terdakwa hampir usai makanya dilakukan penetapan penangguhan penahanan.

“Alasannya sama bahwa masa tahanan hampir habis jadi kami keluarkan penetapan penangguhan penahanan untuk terdakwa,” jelas Pramono.

Edy Pramono saat ditanya bahwa apakah ini salah satu cara untuk membebaskan terdakwa dalam kasus itu, hakim yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Kelas IA Kupang ini menegaskan bahwa tidak demikian. Penetapan penangguhan itu karena masa tahanan terdakwa hampir selesai.

Edy Pramono saat kembali ditanya, apakah ini permainan dari hakim, dirinya membantah dengan tegas bahwa tidak ada permainan dalam kasus itu.

“Tidak ada permainan dalam kasus itu. Siapa yang bilang terdakwa akan bebas dari hukuman. Tidak ada demikian dan soal putusan kamu lihat saja nanti bagaimana nanti,” tegas Edy Pramono.

Kajari Kabupaten TTS, Oscar D. Riwu secara terpisah mengaku bahwa jika penetapan hakim demikian maka sebagai JPU wajib dilaksanakan.

“Kami sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) siap melaksanakan peneta+an hakim. Jika memang diperintahkan untuk dikekuarkan ya kami keluarkan,”terang Oscar.(crh)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top