RAGAM

Anggota Forum Tiga Desa di Kabupaten Kupang Belajar Analisa APBDes

Peserta pelatihan pose bersama.

OELAMASI, Kilastimor.com-Guna meningkatkan kapasitas Anggota Forum Peduli Disabilitas, tentang advokasi perencanaan dan anggaran di desa, maka LSM lokal Bengkel APPeK bekerjasama dengan NGO Handicap International (HI) menggelar pelatihan analisa APBDes. Pelatihan ini digelar sejak tanggal 12-15 September 2017, di tiga desa yakni, Desa Oelatimo, kecamatan Kupang Timur, Desa Noelbaki dan Mata Air, kecamatan Kupang Tengah.

Seperti yang disaksikan kilastimor.com, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, pada Jumat (15/9). Pada kesempatan tersebut, Bengkel APPeK, melatih anggota Forum Peduli Disabilitas dan kelompok rentan.

Umparu Rangga Landuawang, Koordinator Program Advokasi Untuk Perubahan, ketika ditemui kilastimor.com, menjelaskan bahwa, pelatihan analisa Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) merupakan bagian dari rangkaian program Advocation For Cange (AFC) atau advokasi untuk perubahan. Dalam program ini, menurutnya anggota forum didorong untuk dapat mengadvokasi pemerintah Desa, agar dapat menyusun Perencanaan dan Penganggaran yang peka terhadap Penyandang Disabilitas (PD) dan kelompok rentan.  

Umparu, yang akrab disapa Umbu ini, menambahkan  bahwa, tujuan dari pada pelatihan ini, di tiga desa, tersebut merupakan tempat pembelajaran. Selain itu, agar forum mengenal APBDes dan dapat melakukan monitoring terhadap semua program di desa.

Dikatakan, selama ini APBDes seperti harta karun yang sulit diakses masyarakat desa, terutama PD dan kelompok rentan.  Kadang program di desa muncul tanpa pengetahuan masyarakt, karena tidak melibatkan partisipasi masyarakat. Sedangkan dalam Undang-undang Desa, diamantkan tentang adanya nilai transparansi, akuntabel, partisipasi, dan tertib dalam pengelolaan keuangan desa.

Baca Juga :   SBS Daftar di PKB Malaka. "Apapun Keputusan PKB, Kami Terima"

“Melalui pelatihan analisa APBDes ini kita dapat merefleksikan apa yang sering terjadi di desa selama ini.  Coba bayangkan, kalau masyarakat tahu tentang perencanaan dan penganggaran, maka akan terpacu untuk terlibat. Karena kalau kepala desa tertutup, masyarakat enggan utk terlibat.  Untuk itu kami dorong agar kepala desa terbuka dan tingkatkan partisipasi masyarakat, terutama kelompok rentan dan PD, ungkap Umbu.

Lebih lanjut Umbu mengungkapkan, terkait pelatihan  analisa anggaran, dirinya sangat mengapresiasi forum yang terlibat. Menurutnya dalam menganalisa APBDes, masyarakat sangat teliti, dimana karena mereka ingin mengetahui, sejauh mana hak mereka terakomodir dalam APBDes.

Terkait dengan  APBDEs yang dianalisa, Umbu menjelaskan, ada empat sumber pendapatan atau pembiayaan desa yang bisa diakses oleh masyarakat. Keempat sumber pendapatan tersebut antara lain PADes dan partisipasi gotong royong masyarakat. Kemudian dana  transfer yang terdiri dari, dana desa, ADD, bagi hasil pajak dan kontribusi pemerintah Kabupaten, bantuan keuangan dari provinsi dan kabupaten. Selain itu, pembiayaan desa  sendiri menurutnya meliputi, penerimaan lebih kepada silpa. Dimana, pengeluaran dari silpa, harus dari hasil kesepakatan dengan warga.

Ditambahkan, ketiga sumber pendanaan tersebut bisa mengakomodir beberapa pembelanjaan yakni lima bidang, sesuai Undang-undang desa. Kelima bidang pembelanjaan yang dimaksud antara lain, bidang pemerintahan, bidang pembangunan, bidang pemberdayaan, bidang pembinaan kemasyarkaat, dan bidang tak terduga. Ditambahkan, dari kelima bidang tersebut, masing-masing pembelanjaan meliputi belanja operasional, belanja barang dan jasa,  belanja modal.

Baca Juga :   Riwu Kore: Melayani Masyarakat Tugas Utama Pendeta dan Wali Kota

Sementara itu, diakhir pelatihan analisa APBDes di Desa Mata Air, Sekdes mata air Markus Obes, menyampaikan terima kasih kepada Bengkel APPeK dan HI yang sudah membangun tingkat partisipasi masyarakat. Menurutnya, masyarakat akhirnya bisa tahu tentang perencanaan dan penganggaran.

Untuk itu, dirinya menganjurkan pada akhir dan awal Oktober, forum untuk melakukan pra musrenbang, untuk diajukan ke musrenbang tahun 2018 mendatang. Dirinya berharap, ada rekomendasi atau usulan kegiatan dari forum, sebagai bagian dari perencanaan kegiatan dari forum disabilitas dan kelompok rentan nantinya. Sehingga, dirinya mengingatkan untuk menentukan nilai kebutuhan juga perlu diajukan. Dirinya, berjanji akan mengawal setiap apapun yang akan direncanakan oleh forum. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top