RAGAM

Eland Seran, Pengacara Muda Asal Belu Ditembak Orang Tak Dikenal di Denpasar

Eland Seran ceritakan kronologi kejadian kepada polisi.

ATAMBUA, Kilastimor.com–Nasib naas menimpa Yulius Benyamin Seran, pengacara muda asal Kabupaten Belu yang biasa menangani kasus-kasus besar yang melibatkan Warga Negara Asing di Bali. Mobil pria yang akrab disapa Eland Seran itu ditembak oleh orang tak dikenal saat memasuki jalan tol Bali Mandara Nusadua, Bali pada Jumad (8/9) sekitar pukul 17.40 wita. Akibat penembakan tersebut, kaca depan samping kanan mobil Toyota Rush yang dikendarainya retak.

Saat dihubungi kilastimor.com pada Minggu (10/9), Alumnus SMA Bina Karya tersebut mengakui saat itu dirinya berangkat dari Nusa Dua menuju Denpasar melalui gerbang tol Bali Mandara Nusa Dua. Dia berjalan beriringan dengan dua orang temannya yang menggunakan mobil. Setelah membayar karcis tol, Seran memacu kendaraannya dengan kecepatan standar, sekitar 80 kilo meter per jam.

Belum jauh dari gerbang tol, tiba-tiba kaca depan persis samping kanan mobil yang dikendarainya berbunyi keras. Sontak ia langsung melihat kaca mobilnya yang retak seperti terkena peluru, Eland langsung memacu kendaraan lebih kencang lagi untuk menghindari tembakan berikutnya.

“Saya kaget saat kaca mobil berbunyi keras, keras sekali. Saya langsung pacu mobil lebih kencang lagi untuk hindari tembakan susulan yang bisa membahayakan hidup saya,” ujarnya saat dihubungi via telephon seluler.

Sampai traffick ligh yang berada di ujung jalan tol yang saat itu sedang macet, dia memarkir mobilnya dan segera memberitahu kepada dua orang temannya yang berada di depannya. Mereka turun dari mobil masing-masing dan memeriksa mobil yang dikendarai Eland.

Baca Juga :   Wabup Belu Klarifikasi atas Kericuhan Sidang di DPRD. "Saya Tidak Tinggalkan Sidang"

“Ternyata benar, mobil saya ditembak, tapi saya tidak tahu siapa penembaknya dan ditembak menggunakan senjata jenis apa,” jelasnya.

Eland menuturkan, penembakan terjadi persis di tikungan kanan setelah pintu tol menuju Denpasar. Seperti diketahui, jalan tol atas laut Bali Mandara memiliki jalur khusus untuk kendaraan roda dua.

Diduga kuat penembak tersebut menggunakan mobil karena arahnya dari depan. Mengapa menggunakan motor, karena saat jalan tol jalur mobil menikung ke kanan, jalur sepeda motor tepat berada di depan mobil.

Sebelumnya, saat berangkat dari Nusa Dua, ada dua orang menggunakan satu motor terus membuntuti dirinya dari belakang. Saat itu, jalan macet, tapi kedua orang itu tetap tidak ingin mendahuluinya. “Saya pikir mungkin motornya lagi rusak karena tidak mau menyalib. Motor itu menghilang saat saya masuk ke jalan tol,” tuturnya.

Setelah kejadian itu, Eland langsung segera menghubungi para seniornya yang berprofesi sebagai pengacara. Dr. Simon Nahak, SH. MH., langsung mendukung untuk melaporkan kepada polisi agar diusut tuntas. Beliau juga siap menjadi Kuasa Hukum untuk mengawal proses tersebut.

Pada hari minggu (10/9), Eland bersama pengacaranya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, Polres Kota Denpasar, Bali. Pihak kepolisian pun langsung menggelar olah TKP pada Minggu (10/9) siang.

Pengacara muda dua orang anak ini mengaku, saat ini dirinya sedang menangani kasus yang memiliki tensi cukup tinggi. Salah satu kasus yang saat ini sedang hangat diberitakan media lokal Bali dan media nasional adalah kasus perebutan hak warisan dari Heater Lois Mack yang bersama kekasihnya membunuh ibu kandungnya di Hotel Saint Regis Nusa Dua.

Baca Juga :   DS Terduga Pelaku Pembunuhan Purnawirawan Joao Vicente Dibekuk Polisi di Rumahnya

Selain kasus Heater Lois Mack, Eland juga kasus penyiksaan Baby J, oleh ibu kandungx yang viral di media sosial, dimana kak Seto Muliaydi dan Reza Indragiri turun langsung ke Mapolda Bali untuk memantau langsung kasusnya.

Eland memgatakan, pihak keluarganya memasrahkan kejadian ini pada Yang Kuasa. Bagi Eland, “Ini resiko sebuah profesi”.

Eland menegaskan, kejadian ini tidak membuatnya ciut dalam menangani kasus. Baginya, “Ini hanya sebatas teror kecil! Kejadian ini tidak akan membuat saya harus mundur satu langkah dalam membela kebenaran dan keadilan!” Demikian ujarnya dengan nada meninggi. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top