HUKUM & KRIMINAL

Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Belu Soal Dugaan Kriminalisasi Janda Miskin Lima Anak

Inilah tanah dan jati milik Yasinta Bete yang di police line

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan melalui Kasat Reskrim Iptu Jemy Noke membantah pihaknya mengkriminalisasi Yasinta Bete, janda lima anak, tanpa dasar. Hal ini disampaikan Iptu Jemy Noke kepada kilastimor.com, pada Selasa (12/9).

Iptu Jemy Noke menegaskan, pihak kepolisian tidak mengkriminalisasi Yasinta Bete. Aparat Kepolisian Polres Belu hanya menindaklanjuti laporan dari Lambert Bau, Karlus Berek dan Bene Luan. Laporan itu pun atas surat keterangan dari kepala desa.

“Kita tidak mengkriminalisasi Yasinta Bete. Kita hanya mau mengamankan situasi karena ada laporan dari masyarakat. Kita tidak ingin hal-hal lain terjadi di luar kendali kita, itu saja,” Demikian ujarnya.

Menurut Iptu Jemy Noke, kasus yang saat ini sedang ditangani oleh pihak Penyidik Polres Belu tersebut baru sampai pada tahapan panyelidikan. Karena itu, belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

“Saat ini belum ada tersangka karena baru sampai pada tahapan penyelidikan,” demikian ujar Iptu Jemy Noke.

Sebelumnya diberitakan oleh media ini (4/9) bahwa Aparat Polres Belu (Bukan Polsek Kobalima) dan sejumlah warga Metamauk, Kecamatan Kobalima Timur, diduga mengkriminalisasi janda lima anak, Yasinta Bete tanpa dasar.

Dikatakan oleh media ini bahwa pada tanggal 13 Juli lalu, Yasinta Bete memotong kayu jati miliknya pada tanah yang didiaminya, sekira 30 puluhan pohon. Lokasi kejadian di Mahkota Biru, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur.

Baca Juga :   Immala Surabaya akan Kawal Lima Program Prioritas Bupati Malaka

Yasinta Bete kepada media ini, beberapa waktu di kediamannya menjelaskan, kayu miliknya yang dipotong, hendak dijual untuk membangun rumahnya, sebab selama ini dirinya dan anak-anak mendiami gubuk reot yang dibangun sebelumnya. Selain itu, uang hasil penjulan kayu untuk membayar utang.

Dikemukakan, saat sedang menyensor kayu, tiba-tiba datang polisi dan meminta dihentikan pemotongan kayu. Menurut polisi, dirinya dilaporkan sejumlah pihak yakni Lambert Bau, Karlus Berek dan Bene Luan.

Dia menjelaskan, dirinya sudah menjelaskan semua kepada polisi, kalau kayu yang dipotong merupakan kayu miliknya dan berada di tanah sendiri. Namun polisi tidak menggubrisnya. Polisi lalu memasang police line pada seluruh tanahnya, tanpa diketahui dasarnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top