POLITIK

Ini Kata Golkar dan Demokrat Terkait Pengisian Posisi Wabup Malaka

Logo Pemkab Malaka

KUPANG, Kilastimor.com-Meninggalnya Wakil Bupati Malaka, Daniel Asa 15 September lalu, membuat suasana politik di Malaka kembali menyeruak.

Kini ramai dibahas siapa yang bakal menempati posisi Wakil Bupati, untuk mendampingi Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menjalankan roda pemerintahan di Malaka hingga 2021 mendatang.

Politisi maupun birokrat serta kaum profesional mulai menakar kekuatan untuk maju dan merebut posisi orang nomor dua di Malaka.

Berdasarkan UU Pemda, telah jelas diatur soal pergantian kepala daerah dan wakil kepala daerah, yang berhalangan tetap maupun meninggal dunia.
Jika berhalangan tetap atau meninggal dunia dalam jabatan sebelum 2,5 tahun memimpin, maka dilakukan pengisian posisi tersebut. Sama halnya dengan posisi Wabup Malaka.

Pengisian posisi Wabup Malaka akan dilakukan dengan pemilihan oleh DPRD Malaka dengan usulan dari partai pengusung.

Untuk Malaka, paket Stefanus Bria Seran-Daniel Asa (SBS-DA) didukung oleh PDIP, Golkar, Demokrat dan Nasdem. Empat partai itu yang bisa mengusulkan maksimal dua nama untuk di pilih DPRD.

Terkait hal itu, Sekretaris DPD I Golkar NTT, Thomas Tiba yang dikonfirmasi, Senin (25/9) mengemukakan, posisi Wabup Malaka memang harus diisi.

Baca Juga :   SBS: Kepala Desa Bisa Lakukan Isolasi Mandiri di Desa

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top