RAGAM

Ose Luan Serahkan SK CPNS Guru Garis Depan dan Tenaga Penyuluh Pertanian

Wabup Belu serahkan SK Pengangkatan kepada guru dan penyuluh pertanian.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Belu tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Formasi Guru Garis Depan ( GGD) dan Formasi Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TPP) kepada para perwakilan CPNS. SK Bupati Belu ini diserahkan secara simbolik kepada Petrus Manek dan Rika Purwanti,S.Pd.Gr saat apel bendera awal Bulan September 2017 Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu di halaman Kantor Bupati Belu, Senin pagi (4/9).

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Belu mengingatkan kepada seluruh CPNS GGD dan TPP bahwa perjuangan panjang menjadi seorang Guru Garis Depan dan tenaga penyuluh pertanian harus diimbangi dengan kinerja yang lebih baik.

Pengangkatan GGD dan TPP merupakan program dari Pemerintah Pusat. Karena itu, semua GGD dan TPP harus mempersiapkan diri dengan baik. Tujuan dari semuanya itu untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang ditempati sehingga mampu mengangkat derajat pendidikan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Belu.

“Selamat bertugas di Kabupaten Belu ini, kabupaten pinggiran, perbatasan dan beranda NKRI,” ujarnya menyapa para CPNS GGD dan FTBPP.

Ose Luan menuturkan bahwa saat ini pemerintah pusat dan berbagai organisasi, LSM maupun perguruan tinggi begitu peduli kepada kabupaten Belu. “Kalau dari pusat memberikan kepedulian dan perhatian kepada kita, bagaimana dengan kita sendiri?” tanyanya.

Ose Luan menuturkan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara, salah satu cara mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dengan menjalankan tugas pokok penuh tanggung jawab. “Anda diberikan kepercayaan untuk berkarya, mengabdi, dan berbuat segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan kemasyarakatan, pemerintahan, dan pelaksanaan pembangunan,”tegas Ose Luan.

Baca Juga :   Setiap Tahun Pemkab Malaka Sertakan Modal Rp 10 Miliar ke Bank NTT

Kepada para CPNS GGD dan FTBPP, Ose Luan menegaskan bahwa dengan diserahkannya SK CPNS kepada mereka, maka hendaknya dibarengi pula dengan semangat dan kinerja yang lebih baik lagi. “Berikan yang terbaik bagi daerah dan tidak malah buru-buru minta pindah tugas ke daerah asal. Pakta Integritas yang telah dibacakan dan ditandatangani harus diimplementasikan dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Dalam amanat juga, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu ini menegaskan bahwa Pengangkatan GGD dan TPP merupakan program dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Mereka ini adalah guru SM3T formasi khusus yang diberikan peluang oleh negara”, ujarnya.

Oleh karena itu, Ose Luan berpesan kepada masyarakat Kabupaten Belu, bila ada peluang untuk SM3T atau apapun namanya untuk ditempatkan di seluruh pelosok Indonesia, maka ia menyarankan agar melibatkan diri dalam hal itu. “Kebijakan khusus seperti ini terus dilaksanakan maka kita yang tidak mengikuti proses itu, pasti kita akan tertinggal,” ungkapnya.

Pda kesempatan itu, Ose luan juga menegaskan kepada seluruh CPNS GGD dan FTBPP untuk bekerja dengan semangat yang tulus dan penuh kedisiplinan. Oleh karena itu, setelah negara memberikan kepercayaan kepada Anda sebagai CPNS, maka bekerjalah dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sebagai seorang CPNS.

“Saya paling alergi dengan orang tidak disiplin, karena Saya disiplin sejak dari kecil sampai sekarang,” tuturnya dengan nada meninggi.

Baca Juga :   Pemkot Rekrut Kembali 180 PTT yang Diberhentikan

Sementara itu Kepada seluruh ASN lingkup pemerintah Kabupaten Belu, Wabup Ose Luan menegaskan agar tetap disiplin dan bekerja dengan penuh tanggungjawab. Baginya, mengikuti apel bendera adalah salah satu urat nadi disiplin.

Lanjutnya, sikap disiplin, tanggung jawab, tertib, jujur harus dikembangkan dalam setiap insan ASN. Dengan demikian, pemerintah bisa dikelola berdasarkan nilai-nilai yang baik, bukan berdasarkan nilai-nilai kepentingan. Apabila kepentingan dikedepankan, maka kepentingan umum pasti terabaikan. Bila kepentingan diri menjadi utama, maka indikasinya pasti merusak tatanan yang ada.

“Selamat bekerja adik-adik. Saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu untuk memfasilitasi, mengawasi, membimbing dan membina mereka dengan baik. Apabila mereka ada kekurangan, tangani dan sikapi sebagai seorang pemimpin,” tuturnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top