RAGAM

RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua Siap Jalani Akreditasi Reguler

Pose tim akreditasi dan pihak RSUD Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengadakan survei simulasi II Akreditas di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Selasa (26/9).

Acara pembukaan Survei Simulasi II Akreditasi yang diadakan di Aula RSUD Atambua dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan. Tujuannya untuk melihat kesiapan seluruh staf RSUD Atambua dalam penilaian akreditasi rumah sakit nantinya.

Hadir dalam kegiatan ini Koordinator KARS dr. Firmansah Rifai beserta rombongan. Hadir pula Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, dr. Ansila Eka Muti dan Para dokter dan karyawan-karyawati RSUD mulai dari cleaning service sampai dokter ahli.

Ose Luan dalam sambutannya menjelaskan, akreditasi merupakan salah satu syarat untuk menentukan kelayakan rumah sakit dalam melakukan pelayanan. “Saat ini, RSUD Atambua masih dalam tipe C dan sekarang sementara diupayakan menuju ke tipe B,” ujarnya.

Untuk menuju ke tipe B, RSUD Atambua harus memenuhi 15 standar pokja yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan. Menurut Ose Luan, saat ini, seluruh Staf RSUD Atambua telah mempersiapkan 15 pokja tersebut. Hanya saja, masih belum maksimal.

“Melalui proses akreditasi, kita belajar untuk memperbaiki segala kekurangan kita.” tuturnya.

Lebih lanjut, Ose Luan mengatakan, pentingnya akreditasi ini agar pelayanan terhadap pasien, baik yang berasal dari Kabupaten Belu maupun kabupaten tetangga, semakin lebih baik. Dengan demikian, maka RSUD atambua akan menjadi rumah sakit rujukan regional, baik itu Kabupaten Malaka, TTU, maupun Timor Leste.

Baca Juga :   Waktu Pendaftaran Singkat, Parpol Diminta Proaktif Konsultasi dengan KPU

Ose Luan mengapresiasi Direktur RSUD Atambua bersama seluruh staf yang telah mempersiapkan diri dengan baik dalam sisi pelayanan terhadap pasien, sampai pada penyiapan segala dokumen dan administrasi yang dibutuhkan.

“Hari ini menjadi awal pembelajaran baru bagi kita supaya lebih mempersiapkan diri pada akreditasi reguler,” ujarnya.

Ose Luan juga menyambut baik Tim KARS yang akan melakukan tugasnya sampai Kamis (27/9). Tim KARS juga akan akan mewawancarai pemerintah terkait kegiatan tersebut.

Ketua Koordinator KARS, dr. Firmansah Rifai menjelaskan standar-standar dalam pelayanan di rumah sakit yang sudah ditentukan oleh KARS akan dibandingkan dengan standar di RSUD Atambua. Karena itu, Tim KARS akan membandingkan standar-standar yang telah ditentukan, sudah digunakan di RSUD atau belum.

Tujuan dari akreditasi yang dilakukan oleh KARS untuk meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. “Rumah sakit ini adalah rumah sakit rujukan dan diharapkan pelayanannya lebih baik dari rumah sakit-rumah sakit yang lain,” ujar Firmansah.

Firmansah menjelaskan, penilaian yang akan dilakukan menggunakan standar internasional yang digunakan di Indonesia dan di daerah-daerah. Namu, standar penilaian di daerah tergantung situasi, kondisi, dan standar yang dibuat oleh rumah sakit dan pemerintah daerah.

Untuk keperluan proses akreditasi akan dilakukan proses pengambilan foto selama 3 hari. Kunjungan ini pun akan dilakukan setiap tahun bila telah lulus akreditasi.

Baca Juga :   KPU Malaka Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih. Rame: Jumlah Pemilih Bakal Bertambah

“Tim KARS akan datang untuk melakukan kunjungan dan akan diadakan setiap tahun yakni melihat kembali jika yang pertama belum cocok, apabila ada yang kurang sehingga itu yang dilihat nantinya dan akan ada perbaikan atau tidak apakah yang dulu kurang sudah dilengkapi atau belum,” ujarnya.

Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, dr. Ansila Eka Muti mengatakan bahwa survey simulasi yang dilaksanakan ini merupakan suatu kegiatan survei yang mana semua akan dikondisikan, seperti survey penilaian atau survey reguler. “Hari ini tim survei datang untuk melihat kesiapan kita untuk survei reguler sehingga survei ini sudah dapat dilaksanakan untuk pertama kali pada Bulan Mei dan kedua pada Bulan September ini,” ujar Ansila.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pada survei pertama Bulan Mei, hanya dilakukan 4 pokja, sedangkan 11 pokja lainnya hanya dibimbing. Setelah 15 pokja ini sudah siap dinilai, maka RSUD akan mengundang kembali Tim KARS untuk melakukan survey simulai II.

Ansila menegaskan untuk akreditasi reguler, RSUD atambua sudah siap dinilai. Karena itu, dia meminta dukungan dan komitmen semua stafnya untuk menuju penilaian akreditasi sehingga semakin baik dengan mematuhi standar dan regulasi yang ditetapkan oleh KARS. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top