RAGAM

Save The Children Beri Pelatihan Tematik K-13 bagi 31 Guru di Kecamatan Takari  

Pelatihan bagi para guru.

OELAMASI, Kilastimor.com-Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children melalui Program MEMBACA (Making Early Education Matter Through Books and Community Action) Tahap II, dalam implementasinya di wilayah Kecamatan Takari, kembali melaksanakan pelatihan kurikulum tematik 2013 (K-13), bagi 31 guru dan kepala sekolah. Sebagian besar guru dan kepala sekolah datang dari 8 SD yang telah didampingi, sejak bulan Januari 2017.

Pelatihan ini berlangsung di Wisma Oemathonis Camplong, pada Senin (25/9).

Field Coordinator Kabupaten Kupang, Agus Sulaeman dalam sambutannya pada saat pembukaan kegiatan ini, menyampaikan tentang tujuan pelatihan ini. Menurutunya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dasar tentang implementasi kurikulum tematik K-13. Selain itu, sekaligus memperkuat kapasitas guru-guru kelas awal, kepala sekolah dan pengawas tentang pembelajaran aktif dan penataan kelas.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, upaya percepatan Literasi yang saat ini sedang dilakukan oleh program MEMBACA, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang saat ini menjadi program pemerintah pusat. Dimana, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih berkualitas.

“Jadi, meskipun 13 SD dampingan Program MEMBACA saat ini bukan merupakan sekolah yang sudah implemetasi K-13, tetapi kami melihat bahwa pelatihan ini penting untuk dilakukan, karena ini jadi pengantar untuk kita, yakni isu Literacy Boost.” Tandasnya.

Terkait Program MEMBACA, diungkapkan, saat ini telah memasuki tahap kedua program setelah sebelumnya, di tahap pertama mendampingi 45 SD di Kabupaten Kupang, dalam upaya percepatan keaksaraan. Dikatakan, pada tahap kedua ini, ada 13 SD yang didampingi selama 2, yakni hingga tahun 2019, masing di Kecamatan Takari sebanyak 8 SD dan di Fatuleu Tengah 6 SD.

Baca Juga :   Tim Fajar Timur FC Juarai Ketua DPRD Malaka Cup II

Ditambahkan, Program ini dirancang setelah melihat kesenjangan literasi di sekolah dasar akibat minimnya akses informasi yang bisa didapat oleh guru dan masyarakat untuk mendukung dan meningkatkan kemampuan literasi anak. Untuk itu, tujuan utama program MEMBACA adalah agar 1700 anak-anak yang menjadi sasaran program ini bisa mendapatkan hak mereka atas pendidikan yang berkualitas di lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Untuk hal tersebut menurutnya, ada dua target kegiatan yang akan dilakukan, pertama untuk meningkatkan hasil belajar anak dengan focus pada keaksaraan dan kedua untuk meningkatkan partisipasi orang tua, masyarakat dan pemerintah atau para pemangku kepentingan dalam menyediakan layanan pendidikan dasar yang lebih berkualitas.

Ditambahkan, Untuk mencapai target pertama, salah satu kegiatannya adalah peningkatan kapasitas guru melalui berbagai pelatihan, termasuk pelatihan kurikulum tematik (K13). Selainitu, ada juga pelatihan lain yang bertujuan agar guru-guru dapat mengetahui dan mengimplementasikan metode-metode, untuk percepatan keaksaraan.

Sementara itu, Widyaiswara LPMP NTT, Yandri Snae yang menjadi fasilitator dalam pelatihan ini mengatakan, pelatihan ini adalah tiket VIP yang harus dimanfaat sebaik mungkin oleh para guru untuk meningkatkan pemahaman atau kapasitas masing-masing.

Dirinya menambahkan, para peserta pelatihan harus berterima kasih  kepada Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children, karena telah memberikan pelatihan gratis kepada bapak ibu guru. Karena menurutnya, pelatihan demikian, harusnya dilakukan LPMP. Tetapi Save the Children telah melihat keterbatasan LPMP, sehingga berinisiatif untuk melaksanakan pelatihan tersebut.

Baca Juga :   Seleksi CPNSD Belu Siap Digelar Senin Besok

“Pada kesempatan ini saya meminta para guru, untuk dapat memanfaatkan moment tersebut sebaik mungkin. Kalau sudah datang pelatihan dengan tiket VIP, berarti harus dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik. Sehingga apa yang didapat di sini, dapat berguna bagi anak-anak di Sekolah.” harapnya.

Untuk diketahui, sasaran pelatihan ini selain guru kelas 1-3 juga akan melibatkan kepala sekolah dan pengawas SD. Pelatihan ini merupakan Gelombang pertama yang digelar sejak 25-27 September 2017 dari kecamatan Takari. Sedangkan, gelombang kedua akan digelar pada 2-4 Oktober 2017mendatang, dengan target peserta dari sebanyak 26 orang, dari kecamatan Fatuleu Tengah. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top