HUKUM & KRIMINAL

Tersangka Kasus Bank NTT, Praperadilan Kejati

Shirley Manutede

KUPANG, Kilastimor.com-Rabu (6/9), tim kuasa hukum tersangka Zuraida Zain sudah mendaftarkan gugatan praperadilan ke PN Klas 1A Kupang.
Langkah hukum yang dilakukan tim kuasa hukum salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan lisensi microsoft society pada Bank NTT TA 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp 4,3 miliar ini.

Praperadilan dilakukan karena pihaknya menilai Zuraida Zain hanya sebagai sales dan bukan direktur pada PT. Comparex Indonesia. Oleh karena sudah didaftarkan ke PN Klas 1A Kupang, maka dalam waktu dekat sidang gugatan praperadilan tersangka Zuraida Zain melawan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT akan segera digelar.

Perwakilan tim kuasa hukum tersangka Zuraida Zain, Alex Frans kepada wartawan di Kupang, Rabu (6/9) tegaskan, pihaknya sudah mendaftarkan gugatan praperadilan ke PN Klas 1A Kupang. Ditegaskan salah satu pengacara senior di Kota Kupang ini, ada beberapa dasar hukum yang dipertimbangkan pihaknya untuk melakukan praperadilan atas penetapan tersangka Zuraida Zain oleh Kejati NTT.

“Klien kami selaku pemohon praperadilan hanya sebagai sales di PT Comparex Indonesia. Pada tahun 2015 lalu, Bank NTT menyurati beberapa perusahaan yang menjual produk microsoft salah satunya yakni PT Comparex Indonesia bahwa akan dilakukannya pelelangan lisensi microsoft. Dan tugas klien kami, Zuraida Zain hanya mengambil data perusahaan mendaftarkannya, mengikuti rapat anwijzing serta menghadiri penawaran dan melakukan negosiasi,” jelas Alex.

Baca Juga :   SPBU Dilarang Layani Pembelian BBM Gunakan Jerigen, Kecuali Ada Surat Pemerintah

Dikatakan, PT Comparex ditetapkan sebagai pemenang lelang karena dianggap punya nilai penawaran paling rendah saat proses pelelangan dilakukan. Setelah PT Comparex ditetapkan sebagai pemenang, proses selanjutnya untuk pengadaan dilakukan oleh Direktur PT Comparex dan pihak Bank NTT.

“Ketika proses pencairan keuangan, dilakukan langsung dari Bank NTT ke rekening pihak microsoft dan bukan ke rekening PT Comparex. Uang sama sekali tidak masuk ke rekening klien kami tetapi kenapa klien kami yang ditetapkan sebagai tersangka dan bukan Direktur PT Comparex?,” tanya Alex Frans.

Terpisah, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Shirley Manutede yang diwawancarai wartawan di ruang kerjanya menegaskan, setiap orang punya hak untuk melakukan perlawanan atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Silahkan saja. Itu hak mereka. Intinya, Kejati NTT sudah siap untuk hadapi,” katanya singkat. Diakuinya, penetapan seseorang sebagai tersangka tentunya sudah melalui pemeriksaan serta terpenuhinya dua alat bukti yang cukup. (crh)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top