RAGAM

Gashuku, Sebuah Budaya dalam Dunia Karate yang Masih Dilestarikan

Ujian kenaikan tingkat di GOR Atambua.

Dalam Gashuku kali ini diikuti oleh enam ranting dari sebelas ranting yang ada di Inkai Cabang Belu. Keenam ranting tersebut adalah Ranting Kodim 1605/Belu, Ranting Yonif RK 744/SYB, Ranting SMPK Donbosko, Ranting Silawan, Ranting Fatukmetan, dan Ranting Haliulun.

Vinsensius Asa, salah seorang karateka asal Ranting Fatukmetan menuturkan melalui kegiatan olahraga karate ini, anak-anak kami bisa mengisi waktu luangnya dengan melakukan kegiatan yang positif, dibandingkan hanya melakukan kegiatan dalam rumah, seperti bermain game, media sosial dan lainnya. Selain itu, dengan mengikuti latihan Inkai, dapat menjaga kesehatan dan stamina anak-anak melalui olahraga.

“Untuk mengejar prestasi itu memang tergantung dari keinginan dan kemampuan serta support pelatih maupun orang tua. Jika semua itu ada, maka prestasi itu bisa diraih dengan sendirinya,” tuturnya.

Pelatih ranting Kodim 1605/Belu Simpai G. Yohanis menjelaskan, Gashuku sendiri merupakan salah satu persyaratan mutlak yang harus diikuti oleh karateka sebelum naik tingkat. “Saya sangat memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus Inkai Belu, sebab kegiatan boleh terlaksana itu rasa karena rasa tanggung jawabnya terhadap organisasi dan perkembangan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Simpai Yohanis, kegiatan ini membantu Pemerintah Kabupaten Belu dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri generasi muda Belu saat ini. Selain itu, melalui kegiatan ini juga, dapat mecetak generasi muda yang memiliki prestasi untuk mengharumkan nama Belu tidak hanya di kancah lokal, tapi juga di mata Dunia.

Baca Juga :   Pemda Malaka Prioritas Bangun Jembatan di Botin Leobele dan Rinhat

Simpai Yohanis berharap agar para pengurus Inkai Cabang Belu agar dapat membulatkan tekad dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.

“Kita harus mampu memberikan prestasi yang bagus. Dengan itu, kita menunjukkan rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Kita memberikan media kepada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya berlatih karate, karena karate itu prinsipnya Bushido, yakni sikap berani, jujur dan tanggung jawab. Itu sikap luar biasa! Kalau kita memiliki karakter seperti itu, dimana pun berada pasti akan berhasil,” tegasnya. (richi anyan)

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top