NASIONAL

KemendesPDTT Gandeng GMIT Kawal Dana Desa di NTT

Pose bersama usai penandatanganan MoU.

KUPANG, Kilastimor.com-Dalam rangka meningkatkan pengawalan pelaksanaan program Dana Desa di wilayah NTT, dan mempercepat pemanfaatan Dana Desa, Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT) resmi menggandeng atau membangun kerja sama dengan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan MoU, yang dilakukan antara Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Loise Kolimon dengan Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi, di VIP Room gedung Kementerian Kemendes PDTT Kalibata, Jakarta, pada Jumat (20/10).

Sesuai dengan press releas yang disampaikan Ketua Komisi V DPR-RI, Fary Djemy Francis, kepada kilastimor.com, Fary menggambarkan tentang moment yang disaksikannya langsung, yakni penandatanganan MoU tersebut.

Fary menyampaikan, pada kesempatan tersebut MendesPDTT Eko Putro Sanjoyo, mengapresiasi peran aktif GMIT yang mau ikut terlibat mensukseskan program Dana Desa di NTT. Hal ini menurut Eko, merupakan bentuk dari kepedulian gereja terhadap kehidupan umatnya sebagai masyarakat desa.

“Saya melihat, ketika lembaga agama terlibat dalam mengawal dana desa, maka pemerintah desa dan masyarakat sendiri sebagai umat dari lembaga agama yang bersangkutan, akan lebih berhati-hati dan fokus terhadap pengelolaan dana desa,” jelas Eko.

Dirinya menambahkan, ketika lembaga agama seperti GMIT, turut terlibat dalam mengawal dana desa, maka hal tersebut akan menarik perhatian masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam mengawal dana desa. Dengan adanya lembaga agama, masyarakat bisa dilibatkan, sehingga pengawasan dari masyarakat lebih baik.

Baca Juga :   Dolar Meroket, Pemenang Tender Lampu Jalan Mundur

Dimana menurutnya, tokoh agama cukup dihormati dan disegani di masyarakat, sehingga dapat membantu kepala desa untuk tidak tergoda melakukan penyimpangan.

Melalui MoU tersebut, dia berharap ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh GMIT lewat pendampingan dan pengawasan, khususnya mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi pemanfaatan Dana Desa.

“Dalam artian, menurut saya, masyarakat sebetulnya bisa mengawal pemanfaatan Dana Desa secara baik, asalkan diberikan kesempatan. Partisipasi masyarakat desa memang sangat besar dalam mempengaruhi peningkatan alokasi anggaran Dana Desa, dan penyerapannya,” jelasnya.

Terkait penandatangan MoU tersebut, Eko mengatakan bahwa, hal tersebut merupakan energi baru bagi kementriannya guna membantu percepatan pelaksanaan program dimaksud.

Dirinya berharap, dengan penandatanganan MoU tersebut, dapat ikut mempercepat pembangunan di wilayah NTT. Sehingga, sebagai tindak lanjutnya, dirinya segera melakukan rapat internal, terkait program-program teknis yang lebih detail untuk dibicarakan dengan GMIT.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top