HIBURAN

Komunitas Grafiti Atambua Minta Penyelundupan Dihentikan

Hasil karya grafiti yang memprotes penyelundupan di garis batas RI-RDTL

ATAMBUA, Kilastimor.com–Penyelundupan motor gede (Moge) dari Timor Leste ke Indonesia menjadi salah satu perhatian Komunitas Grafiti Atambua.
Hal ini dituangkan melalui karya grafiti yang buat oleh tim Udayana Boys pada saat perlombaan grafiti yang diadakan Oleh Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL di tembok pembatas milik Toko Gajah Mada, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, pada Selasa (24/10/2017).

Dalam grafiti tersebut, digambarkan salah seorang sedang mengendarai motor Harley Davidson. Ada sebuah tulisan di depan motor tersebut yang berbunyi “Stop Penyelundupan”.

Ketua Tim Udayana Boys, Lukas Mendes kepada media ini mengatakan bahwa mereka miris dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini dimana ditemukannya 25 peti yang berisi onderdil motor Harley Davidson di dalam kontainer yang sudah siap diberangkatkan ke Surabaya melalui Pelabuhan Atapupu. Menurutnya, untung saja pengiriman itu berhasil digagalkan oleh anggota Kodim 1605/Belu.

“Lebih baik kami orang miskin tapi tidak curi, daripada kaya dari hasil curian,” geramnya.

Lukas Mendes menyayangkan kerja Bea Cukai yang lamban dalam mengungkap pelaku penyelundupan tersebut. Hal ini membuat dirinya curiga, ada apa dengan para petugas Bea Cukai.

Baca Juga :   Anggota DPRD Malaka Bantu APD Tenaga Medis RSUPP Betun

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top