RAGAM

Dana Desa, Antara Risiko dan Rejeki

Kapolres Belu bicara dana desa.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Mengelola dana desa itu bisa menyebabkan risiko atau membawa rejeki. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan dalam paparan materinya saat rapat kerja Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama aparat pemerintah desa, Babinsa, Babinkamtibmas, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang dilaksanakan di gedung Dharma Wanita Betelalenok Atambua, Belu, Timor Barat, Rabu (22/11/2017).

Dikatakan risiko jika dikelola tidak sesuai aturan. Sebaliknya, rezeki jika dikelola dengan baik dan memberikan dampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Untuk menghindari risiko, Kapolres Irsan menuturkan agar aparat pemerintah desa harus bertanya jika menemui kesulitan soal pengelolaan dana desa. Dikatakan, kepala desa dapat bertanya kepada babinkamtibmas dan babinsa yang berada di desanya.

“Jangan takut, karena Babinkamtibmas ditugaskan untuk membantu pemerintah dan warga desa dalam penegakan hukum,” tutur Yandri.

Yandri Irsan meminta juga meminta kepada para aparat desa agar jangan takut mengelola dana desa. Baginya, “Ketakutan merupakan musuh dalam pengelolaan dana desa”.

Dikatakan Kapolres, takut mempengaruhi seseorang untuk berbuat suatu pekerjaan dengan tidak teliti. Takut membuat orang tidak waspada dalam mengelola dana desa.

“Orang yang takut sulit berkomunikasi dan bertanya. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan kalau ia berbuat salah,” imbuhnya.

Menurut Yandri, pihaknya akan membantu pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa. Mereka akan mengutamakan pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi melalui penguatan kapasitas pemerintah desa.

Baca Juga :   Sekda Jabar Dorong KUR bagi Pekerja Migran

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top