POLITIK

Berpeluang Belu Memiliki Empat Dapil dalam Pemilu Legislatif Nanti

Rakor pembahasan Dapil di Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penataan daerah pemilihan (dapil) menjelang hajatan Pemilu 2019 bisa bertambah jumlahnya dari tiga dapil saat ini. Kemungkinan besar akan bertambah menjadi empat dapil.

Demikian hasil simulasi yang dilakukan KPU Kabupaten Belu bersama partai politik, tokoh masyarakat dalam Rapat Kerja (raker) Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi serta Simulasi Perhitungan Kursi Anggota DPRD Kabupaten Dalam Pemilu Tahun 2019 yang dilaksanakan di Hotel Nusantara 2 Atambua, Sabtu (16/12).

Sesuai pantauan, diskusi penataan dapil merujuk pada penambahan dapil. Sementara jumlah kursi tidak berubah. Kursi DPRD Kabupaten Belu saat ini berjumlah 30 seat. Sebagian besar pimpinan partai politik, tokoh masyarakat dan akademisi menghendaki agar adanya penambahan dapil.

Simulasi yang dipandu Komisioner KPU Kabupaten Belu, Sesilia Priska Tes berlangsung seru. Simulasi pertama dilakukan untuk memastikan penambahan satu dapil menjadi empat dapil sesuai aturan.

Sesuai masukan peserta raker, penambahan menjadi empat dapil didasarkan pada jumlah penduduk per kecamatan. Dalam presentasi hitungan jumlah penduduk untuk empat dapil, dilakukan pembagian kecamatan dan penataan dapil.
Dapil Belu 1 terdiri dari Kecamatan Kota dan Atambua Selatan dengan jumlah penduduk 59. 828 jiwa dengan alokasi kursi sebanyak 8 seat,

Dapil Belu 2 terdiri dari Kecamatan Atambua Barat dan Kakuluk Mesak dengan jumlah penduduk sebanyak 47. 941 jiwa dengan alokasi kursi sebanyak 6 seat,

Dapil Belu 3 terdiri dari Kecamatan Lamaknen Selatan, Lamaknen, Raihat, Lasiolat dan Tasifeto Timur dengan jumlah penduduk sebanyak 65. 770 jiwa dengan alokasi kursi sebanyak 8 seat.

Baca Juga :   SBS: Metode Double Track Tingkatkan Hasil Panenan Jagung di Malaka

Sedangkan Dapil Belu 4 terdiri dari Kecamatan Tasifeto Barat Raimanuk dan Nanaet Dubesi dengan jumlah penduduk sebanyak 47. 160 jiwa dengan alokasi kursi sebanyak 6 seat.

Penataan dapil dan alokasi jumlah kursi tersebut didasarkan pada jumlah penduduk Kabupaten Belu sebanyak 220. 699 jiwa dengan alokasi kursi DPRD Kabupaten Belu sebanyak 30 seat dengan bilangan pembagi kependudukan (BPPd) sebesar 7.356.

Sesuai simulasi perhitungan tersebut, jumlah kursi atas perhitungan pertama sebanyak 28 seat. Atas perhitungan kursi dari penataan empat dapil, masih terdapat kekurangan dua kursi untuk memenuhi 30 kursi sesuai aturan. Sehingga, dilakukan perhitungan lanjutan untuk penambahan dua kursi berdasarkan sisa jumlah penduduk.

Dalam perhitungan lanjutan, penambahan kursi akan terjadi pada Dapil Belu 3 karena jumlah sisa penduduk sebanyak 6. 922 jiwa disusul Dapil Belu 2 sebanyak 3. 805 jiwa yang melebihi jumlah sisa penduduk Dapil Belu 1 sebanyak 980 jiwa, dan Dapil Belu 4 sebanyak 3.074 jiwa. Dengan demikian penataan dapil sebanyak empat masih dimungkinkan sesuai aturan dengan alokasi kursi DPRD Kabupaten Belu sebanyak 30 seat.

Ketua KPU Kabupaten Belu, A. Martin Bara Lay mengatakan hasil simulasi menghendaki adanya penambahan dapil sesuai usulan partai politik dan akan disampaikan ke KPU Pusat melalui KPU Provinsi NTT pada Januari mendatang. Selanjutnya, KPU Pusat akan menyimpulkan dan memutuskan.

“Apakah menerima empat dapil atau tetap. Kita berharap, dengan argumentasi yang ada bisa ditetepkan sesuai usulan yang ada,” tutur Martin kepada awak media usai raker.

Baca Juga :   Regenerasi, Dominikus Laku Pimpin Fosmab

Martin Bara Lay mengatakan bahwa ada peluang penambahan dapil karena masih dalam estimasi jumlah kursi 6 sampai 12 per dapil pada setiap dapil. “Kalau lima dapil, agak sulit,” ujarnya.

KPU kabupaten menyampaikan hasil sesuai mekanisme pembuatan dapil berdasarkan aturan.

Sementara itu, ada pengantarnya saat membuka raker tersebut, Martin mengatakan dapil merupakan hal penting dan strategis dalam penempatan caleg. Ini merupakan napas pemilu legislatif, karena langsung bersentuhan dengan kepentingan partai politik.

“Partai boleh punya keinginan, tapi jangan di luar aturan dan kriteria pembuatan dapil,” lanjut Martin.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Belu, Johanes Tannur mengusulkan penambahan dapil sebangak lima. Usulan tersebut didasarkan pada efektivitas pelaksanaan tugas dewan ke depan.

Dapil dengan wilayah yang luas, akan menyulit anggota dewan dalam melaksanakan reses.

Ketua DPD Perindo Kabupaten Belu, Maximus Mura mengusulkan empat dapil sekaligus menegaskan kesepakatan sebagian besar peserta forum raker.

Dikatakan, ketambahan menjadi empat dapil didasarkan pada prinsip keseimbangan jumlah kursi setiap dapil. Selama ini, kata Maxi jumlah kursi Dapil tertentu lebih banyak dari dapil lain. Alasan kedua dengan pertimbangan aspek sosial budaya.

Pembagian dapil dan atau pun penambahan jangan melupakan aspek budaya. Ditegaskan, pemisahan kecamatan untuk penambahan dapil jangan mengabaikan faktor kesamaan budaya dan etnis.
(richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top