RAGAM

Orang Tua Alumni SMP Negeri 2 Malbar Pertanyakan Dana Sukarela yang Mengendap

Yonatas Seran

BETUN, Kilastimor.com-Orang tua alumni SMP Negeri 2 Malaka Barat, Desa Alkani Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka mempertanyakan pemanfaatan uang sumbangan Rp 100.000 per siswa yang sudah hampir setahun dikumpulkan namun belum dimanfaatkan.

Pihak sekolah meminta sumbangan tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih dan tanda mata dari 77 siswa kelas 3 yang sudah‎ tamat pada Juni 2017 lalu, dengan alasan untuk mengganti seng kantor sekolah yang sudah karat dan bocor.

‎Namun sayangnya, hingga di penghujung tahun 2017, seng ruangan kantor sekolah tersebut belum juga diganti. Hal ini membuat Dominikus Dethan dan Marcel Hormat, orang tua dari Lourensius Bere dan Stefanus Hormat mempertanyakan pemanfaatan uang tersebut.

Keduanya mengatakan, tidak mempersolkan penarikkan sumbangan tersebut, namun keduanya mempertanyakan pemanfaatan uang tersebut.

“Sebelum penarikan sumbangan tersebut, para orang tua murid yang sudah mau tamat melakukan pertemuan dengan Kepala sekolah. Dalam pertemuan tersebut, disepaktilah adanya sumbangan atau ucapan terima kasih dari para siswa kepada sekolah senilai Rp.100.000 per siswa. Uang tersebut dimaksudkan untuk merehab seng bangunan kantor. Namun hingga saat ini seng kantor tidak juga diganti. Kami selaku orang tua siswa mempertanyakan pemanfaatan uang tersebut,” ungkap keduanya.

Marcel Hormat mengaku iklas memberikan sumbangan tersebut, karena dirinya berpikir bahwa kedepan anak-anaknya akan memanfaatkan sekolah tersebut untuk mengenyam pendidikan. Namun dirinya merasa tidak puas jika uang yang disumbangkan tidak dimanfaatkan untuk merehab atap ruang kantor.

Baca Juga :   Banyak Prestasi, Kader Demokrat Harus Menangkan Willy Lay dalam Pilkada 2020

“Saya ingin mempertanyakan kepada kepala sekolah uang yang kami kumpulkan itu masih ada atau tidak? Kalau masih ada kenapa tidak dimanfaatkan untuk merehab atap kantor yang sudah berkarat. Saya tidak rela kalau uang tersebut disalah gunakan,” tegasnya saat ditemui, Senin ( 18/12/2017).

Anggota DPRD Malaka dari partai Gerindra, Krisantus Yulius Seran meminta kepala sekolah SMP Negeri 2 Malaka Barat di Alkani, Yonatas Seran untuk menjelaskan kepada para orang tua siswa terkait keberadaan uang tersebut dan kenapa seng ruangan kantor tak juga diperbaiki hingga saat ini.

Ia menyatakan tidak setuju jika pihak sekolah masih menarik sumbangan dari para siswa apa lagi jika sekolah tersebut berstatus sekolah negeri.

“Jika pungutan itu dilakukan tanpa dasar yang jelas maka itu bisa dikategorikan pungutan liar. Saya bingung kenapa sekolah negeri masih juga tarik sumbangan padahal ada dana BOS. Saya minta kepala sekolah harus jelaskan kepada orang tua siswa terkait keberadaan dan pemanfaatan uang tersebut karena saya sudah dengar banyak keluhan terkait hal tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 2 Malaka Barat Yonatas Seran,ketika ditemui media ini menjelaskan, Uang sumbangan sukarela sebagai tanda mata dari para siswa kepada sekolah masih ada dan senilai Rp7.600.000 tersebut dipegang bendahara sekolah. Ia mengaku belum memanfaatkan uang tersebut karena uang tersebut masih jauh dari cukup untuk merehab atap bangunan ruangan kantor.

Baca Juga :   Pemkot Terima Penghargaan KLA Ketegori II

“Saya sudah hitung semua, kalau mau ganti seng dua ruang kantor tersebut, dibutuhkan anggaran tak kurang dari 25 juta. Karena uang yang tersedia hanya 7,6 juta maka rehab atap ruangan kantor belum bisa kita lakukan. Dari 77 siswa yang tamat di tahun 2017, satu orang siswa hingga saat ini belum mengumpulkan uang sukarela tersebut,” ungkap Yonatas yang ditemui media ini, Senin (18/12/2017) di kediamannya.

Sumbangan tersebut jelas Yonatas, merupakan kebijakkan komite sekolah bukan kebijakannya. Ia mengaku, sempat mengeluhkan keadaan atap dan plafon ruangan kantor yang sudah rusak untuk diperbaiki kepada komite sekolah. Oleh sebab itu, jika di tahun-tahun sebelumnya, para siswa yang hendak tamat memberikan sumbangan kursi, maka khusus di tahun 2017 diminta mengumpulkan uang sukarela untuk merehab seng ruang kantor. Dirinya sempat berpikir untuk mengundang para orang tua siswa yang sudah tamat untuk membicarakan terkait pengalihan pemanfaatan uang tersebut untuk hal lain, namun ia kesulitan untuk mengundang karena para siswa tersebut telah tamat.

“Saya tidak berani memanfaatkan uang tersebut untuk hal lain sebelum membicarakannya dengan para orang tua dan komite sekolah. Oleh sebab itu uang tersebut masih utuh di tangan bendahara. Sempat ada beberapa guru yang hendak meminjam uang tersebut namun saya tidak mau memberikannya,” jelasnya.

Terkait alternatif lain untuk memperbaiki atap ruangan kantor sekolah yang sudah rusak, Yonatas mengaku belum lama ini didatangi tim dari Undana dan Kementerian Pendidikan yang berniat membantu merehab gedung sekolah SMP Negeri 2 Malaka Barat di desa Alkani tersebut. Tim tersebut sudah mengambil data dan memotret bangunan sekolah secara keseluruhan.

Baca Juga :   Elektabilitas SBS-DA Melejit di Wilayah Pegungungan Malaka. Semua Karena Faktor Daniel Asa

“Kita doakan saja pihak Kementerian bisa membantu kita untuk merehab bangunan sekolah yang sudah berusia 25 tahun ini. Apa lagi ruang kantor dan beberapa ruangan kelas yang sering memasukan air hujan karena seng yang sudah bocor,” tuturnya. (adhi teiseran)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top