RAGAM

PKY NTT Gelar Sosialisasi Kelembagaan di Kelurahan Oebufu

Pimpinan PKY NTT Sosialisasi di Kelurahan Oebufu

KUPANG, KilasTimor.com-Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Wilayah NTT gelar sosialisasi kelembagaan di aula kantor Lurah Oebufu Jumat (8/12/2017).

Pantuan media ini, kegiatan dimulai pukul 10.00 dihadiri oleh segenap Ketua RT, Ketua RW, Beberapa Dasawisma, dan aparat di lingkup kelurahan Oebufu yang jumlahnya sekitar 60 an orang.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Lurah Oebufu Zeth Batmalo. Dalam sapaan awal kegiatan, Zeth berterima kasih kepada pihak Komisi Yudisial RI melalui PKY NTT yang memilih kelurahan Oebufu menjadi tempat diselenggarakannya sosialisasi kelembagaan Komisi Yudisial.

Dirinya mengharapkan agar semua peserta yang diundang dari 44 RT, 11 RW, Dasawisma dan semua yang hadir bisa mengikuti dan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, karena sejauh ini kita mengetahui Komisi Yudisial tidak seberapa bahkan ada dari kita yang belum tau sama sekali, maka moment ini menjadi moment yang tepat untuk kita sekalian. Sebelum membuka kegiatan dirinya meminta maaf karena kondisi alam yang tidak bersahabat sehingga beberapa Ketua RT tidak sempat hadir.

Selanjutnya kegiatan dipandu oleh Hendrikus Ara, SH, MH sebagai moderator dan pematerinya adalah Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Wilayah NTT Rudolfus Tallan SH, MH.

Dalam materi sosialisasinya, Rudolf memaparkan berbagai hal mengenai tugas kerja Komisi Yudisial, terkhusus Penghubung KY di wilayah NTT yang pada intinya PKY memiliki tugas sesuai amanat UUD RI 1945. Dikatakan bahwa tugas KY selain merekrut Calon Hakim Agung, KY juga bertugas untuk menjaga dan menegakkan martabat dan perilaku hakim.

Baca Juga :   Dibawah Rintik Hujan, Ampera Seke Selan dan Yan Tanaem Daftar ke KPU TTS

Menjaga artinya tindakan preventif di mana kita mencegah terjadinya pelanggaran etik oleh Hakim dan kita mau agar peradilan kita bersih, beberapa tindakan di antaranya seperti hari ini Kami dari KY bisa bertemu dan berdiskusi bersama masyarakat di Kelurahan Oebufu. Lanjutnya Menegakkan artinya tindakan Represif ketika ada tindakan melanggar etik maka ada penegakaan terhadap pelanggaran itu dan untuk penegakkan ada prosesnya dan dijelaskan pula bahwa informasi lebih detail bisa dibaca pada buku saku yang telah dibagikan oleh PKY NTT.

Pada sesi Diskusi salah satu peserta, Heli Ketua RT 11 menanyakan persoalan independensi KY karena KY lembaga non pemerintahan tetapi pengangkatan dan lain sebagainya harus melalui atau atas persetujuan DPR, ini persolannya sehingga independensi dipertanyakan.

Terpisah dari itu izmail Manu Ketua LPM menanyakan persoalan tidak terpublikasinya tindakan atau aktivitas penegakkan kode etik. Dirinya menginginkan agar tindakan itu dipublikasikan sehingga masyarakat mengetahui bahwa Komisi Yudisial itu lembaga yang punya “taring”.

Selanjutnya Rudolf dan Hendrik memberi penjelasan, masukan dan informasi informasi terkait indenpendensi KY dan sistem kerja KY. Di akhir kata Hendrik yang adalah PAC Sosialisasi di kantor PKY NTT sekaligus Moderator dalam kegiatan ini menginformasikan bahwa sudah ada beberapa hakim di NTT yang diberhentikan oleh KY dan Beberapa bulan lalu ada beberapa Hakim di Kupang yang diperiksa KY namun nama nama Hakim yang diperiksa tidak bisa disebutkan kecuali sudah terbukti adanya pelanggaran kode etik.

Baca Juga :   Golkar Malaka Barat Bertekad Menangkan Kader dalam Pilkades Lima Desa

Kegiatan berakhir dengan acara Silahturami bersama masyarakat. Rudolfus yang ditemui media mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi kali ini dilakukan di Kelurahan Oebufu sekaligus Silahturami dengan Lurah oebufu bersama Semua Ketua RT, Ketua RW dan undangan lainnya karena dalam beberapa hari kedepan kantor PKY NTT akan pindah dan beralamat di wilayah kelurahan Oebufu tepatnya di samping Puskesmas Oepoi atau eks gedung Pengadilan Hubungan industrial Kupang, sehingga dirinya mengatakan bahwa kegiatan hari ini juga merupakan kegiatan silahturani dan diharapkan kepada seluruh masyarakat bisa membantu komisi Yudisial Wilayah NTT dalam memperjuangkan peradilan bersih di NTT yang bermuara pada terwujudnya peradilan bersih di bangsa tercinta Indonesia ini.
(dinho)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top