RAGAM

Belum Dimanfaatkan, Pustu Desa Alas Selatan Mulai Rusak. Kadis Kesehatan Mengaku Tidak Mengetahui Adanya Pustu Tersebut

Pustu Desa Alas Selatan

BETUN, Kilastimor.com-Puskemas Pembantu (Pustu) di Desa Alas Selatan yang dikerjakan dengan menggunakan anggaran dana desa tahun anggaran 2016 senilai Rp 350 juta belum juga dimanfaatkan. Mirisnya, belum sempat dimanfaatkan, kaca pintu desa Pustu tersebut nampak sudah pecah.

Kepala Desa Alas Selatan, kecamatan kobalima timur, Adam Fahik ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan belum dimanfaatkannya Pustu yang terletak di Dusun Metamauk tersebut, Rabu (24/1/2018).

Dirinya beralasan, belum dimanfaatkannya pustu tersebut akibat pencairan dana desa tahap II tahun 2016 yang terlambat sehingga mempengaruhi perampungan pengerjaan bangunan pustu tersebut.

“Dana tahap II nya baru cair di Januari sehingga kita baru bisa selesai di bulan Maret. Sedangkan saat itu musrembang desa sudah selesai sehingga kita tidak bisa alokasikan anggaran untuk biaya operasionalnya. Akhirnya terbawa ke tahun 2018 ini baru kita alokasikan anggaran untuk honor dua tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di pustu tersebut,” ungkap Adam.

Lanjut Adam selain karena proses penyelesaian gedung yang lambat, belum dimanfaatkan Pustu tersebut juga akibat lambatnya pemerintah desa dalam melakukan proses hibah gedung pustu ke pemerintah kabupaten.

Saat ini, proses hibah baru sampai ke tahap pemerintah kecamatan kobalima timur. Bangunan tersebut harus dihibahkan ke pemerintah kabupaten Malaka dalam hal ini dinas kesehatan baru bisa dioperasikan.

“Untuk urusan hibahnya saat ini sudah di sampai di tahap pemerintah kecamatan. Kita berusaha agar proses hibahnya bisa segera dilakukan sehingga bisa dimanfaatkan,” ujarnya

Baca Juga :   58.459 Siswa di Kota Kupang dapat Seragam Gratis

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Paskalia Frida Fahik mengatakan, pustu Desa Alas Selatan belum dimanfaatkan karena belum ada hibah bangunan dari desa ke pemerintah kabupaten Malaka. Jika telah dilakukan hibah, maka pustu tersebut akan mulai dioperasikan, namun biaya operasionalnya akan ditanggung pemerintah desa dengan menggunakan dana desa.

“Jujur saya sendiri belum lihat pustu tersebut. Namun intinya, kita siap mengoperasikan pustu tersebut tetapi harus ada hibah terlebih dahulu,” tegasnya. (pisto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top