RAGAM

Hadapi Kisruh, Direktur PDAM Belu: Saya Akan Olah Masalah ini Menjadi Berkat

Yunius Koi Asa

ATAMBUA, Kilastimor.com-Terkait kisruh yang terjadi dalam tubuh PDAM Belu, Direktur PDAM Belu, Yunius Koi Asa mengatakan dirinya akan mengolah masalah tersebut menjadi sebuah berkat bagi PDAM Belu. Hal ini disampaikan oleh Yunius ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (18/01/2018)

Menurut Yunius, aksi ini merupakan bentuk keterbukaan Karyawan PDAM Belu dalam mengawal kinerja Direktur PDAM Belu. Karena itu ia sangat berterima kasih.

Dia juga berterima kasih kepada awak media yang sudah datang menemuinya. Dengan demikian, maka akan terang-benderanglah masalah terkait mosi tidak percaya pada Direktur PDAM Belu

Yunius hanya heran, mengapa tidak ada hujan angin, tidak ada tanda-tanda konflik, kok bisa terjadi hal demikian?

Yun menceritakan, pada Minggu, (07/01/2018) mereka masih mengadakan acara natal dan tahun baru bersama di Pantai Pasir Putih. Di sana, mereka masih saling peluk-pelukan dan masih saling maaf-maafan. Pada hari Senin, mereka masuk kantor seperti biasanya hingga selesai jam kantor.

Pada Selasa (09/01/2018), PDAM Belu mengadakan Rapat Evaluasi dan ada kelurahan seperti sembilan tuntutan yang mereka sampaikan kepada Bupati Belu. Rapat Evaluasi tersebut sebenarnya dibuat di awal tahun sebagai bentuk evaluasi terhadap kerja perusahaan PDAM Belu selama setahun yang telah berlalu, apakah ada kemajuan atau kemunduran. Bila ada kemajuan, maka hal itu harus ditingkatkan. Bila ada kemunduran, maka hal itu harus diperbaiki. Hasil evaluasi dari semua kepala seksi menyatakan ada kemajuan.

Baca Juga :   Hormati Pratu Anumerta Yanuarius Loe, Pemda Belu Instruksikan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Namun, saat itu juga ada perwakilan dari delapan kepala seksi yang menyatakan mosi tidak percaya bersama beberapa karyawan lainnya sesuai dengan tanda tangan yang dilampirkan dalam surat kepada Bupati Belu. Saat itu yang tidak ikut menandatangani surat tersebut adalah Kepala Seksi Perencanaan dan Kepala Seksi Perawatan dan Perbaikan beserta para Kabag.

Saat usulan itu mau disampaikan, Kabag mengatakan bahwa hal tersebut sebaiknya disampaikan diakhir evaluasi. Namun, Direktur PDAM meminta agar keluhan itu tetap disampaikan agar evaluasi dapat berjalan dengan baik.

Setelah keluhan itu disampaikan, Direktur PDAM Belu menjelaskan satu per satu secara terperinci.

“Bila ada usulan tambahan atau komentar lan yang disampaikan di luar apa yang terlah disampaikan kepada Bupati Belu, maka saya tidak tahu tentang itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yunius mengatakan tidak ada yang melarang karyawannya untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Itu hak mereka. Saya pun tidak bisa melarang kebebasan mereka untuk menyampaikan aspirasinya. Namanya Evaluasi itu kan berasal dari kata Evaluare yang artinya kita keluar dari rutinitas untuk kita masing-masing saling menilai dan kita juga menilai diri,” jelasnya.

Saat itu Yunius sudah menyampaikan kepada para stafnya evaluasi yang dilakukan itu merupakan evaluasi antara pimpinan dan staf. Apabila ada hal-hal diluar pengetahuannya atau diluar apa yang dilakukannya maka mereka akan bersam-sama membuka data atau langsung memeriksa lapangan.

Baca Juga :   HUT Bhayangkara, Polisi Harus Jadi yang Terbaik

Konflik yang terjadi di dalam tubuh PDAM Belu lantas tak membuat hubungan kerja antara Direktur dan staf tidak berjalan baik. Sampai sejauh ini, Yunius mengatakan bahwa para stafnya masih melaksanakan tugas mereka seperti biasanya.

“Walau terlihat ada konflik, tapi saya salut karena semua staf masih melaksanakan tugasnya seperti biasa. Kemarin kami masih kerja bersama di sumber mata air dan mereka kerja. Sekarang saya perintahkan Kabag Keuangan untuk pertemuan dengan Badan Pengawas PDAM bersama seluruh staf, mereka hadir. pembayaran di loket lancar. Kegiatan saya pun tidak terganggu,” jelasnya.

Ketika ditanya, apakah dirinya marah atas ulah stafnya, Yun Koi Asa dengan bijak mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak marah. Dia malah berterima kasih kepada para stafnya karena sudah memberikan penilaian terhadap dirinya.

Yunius menjelaskan, dia sebenarnya mempunyai hak untuk memberhentikan stafnya sesuai dengan konstitusional yang mana seorang direktur berhak memberhentikan pegawainya. Apalagi saat diangkat, mereka menandatangini pakta integritas.

Baginya, dia menilai seseorang bukan dari omongannya, tapi dari perbuatannya. Selama dia terus bekerja, maka dia tetap dipertahankan.

Ketika ditanya terkait kelanjutan masalah ini, Yunius mengatakan, “Saya akan mengelola masalah ini menjadi berkat. Saya tidak ingin sebuah masalah dianggap sebagai bencana”. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top