EKONOMI

Inilah Keuntungan Kios Elisabeth Setelah Bangun Kerja Sama dengan Bulog Atambua

Kepala Bulog Sub Divre Atambua pose bersama Ny. Elisabeth.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Elisabeth adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk menambah penghasilan rumah tangganya, ia menyibukan dirinya dengan berjualan secara kecil-kecilan di kios miliknya. Untungnya tak seberapa. Namun paling tidak bisa sedikit membantu kebutuhan rumah tangganya.

Suatu ketika, tepatnya di Bulan Mei tahun 2017, ada seorang pegawai Bulog Sub Divre Atambua yang datang menawarkan kerja sama dengan Elisabeth untuk membuat Rumah Pangan Kita (RPK). RPK tersebut akan menjual beberapa komoditi Bulog di kios milik Elisabeth.

Syaratnya mudah. Elisabeth cukup hanya meminta Surat Keterangan Usaha dari dari RT dan RW. Selain itu, sertakan juga Kartu Keluarga dan KTP Si pemilik usaha. Setelah itu, persyaratan tersebut dibawa ke Kantor Bulog Sub Divre Atambua, maka pihak Bulog akan segera membuat surat kesepakatan untuk menjual komoditi. Komoditi yang dijual pun berupa gula, beras, minyak goreng dan bawang.

Tawaran itu pun diterima oleh Elisabeth. Dia segera mengurus semua persyaratan dan membawa persyaratan itu ke kantor Bulog yang berada persis di depan rumahnya.

Di Kantor Bulog, dia mendapat penjelasan lebih lanjut dari pegawai yang bertugas. Petugas itu bilang kepadanya bahwa dia bisa memulai usahanya dengan membeli berbagai jenis komoditi yang ada di Bulog dan menjualnya kembali dengan harga pasar yang sudah ditentukan oleh Bulog.

Misalnya, beras yang harga per kilonya dibeli dengan Rp 8.100, harus dijual kembali dengan maksimal Rp 8.500. Penentuan harga beli dan harga jual ini dimaksudkan untuk dapat menekan lonjakan harga sembako di pasar.

Baca Juga :   Dana Rp 200 Miliar Mengendap di Kas Pemkab Malaka

Penentuan harga pasar ini pun dibuat berdasarkan Surat Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/SD/1/2018 tanggal 5 Januari 2018 dan permendag Nomor 57/M-DAG/PER/08/2017.

Memang bukan perkara mudah untuk menekan lonjakan harga sembako di pasaran. Karena itu, Bulog Sub Divre Atambua menargetkan untuk membentuk 403 RPK di tiga Kabupaten yang menjadi area kerjanya. Saat ini di Kabupaten Belu telah ada 85 RPK.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Elisabeth pun setuju untuk membuat RPK dengan nama RPK Elisabeth. Tak menunggu waktu lama untuk memulai usaha barunya itu, Elisabeth segera membeli beberapa komoditi untuk dijual di RPK Elisabeth.

Saat itu, Elisabeth berpikir dalam hatinya, “Biar untungnya tak seberapa, tapi kalau cepat penjualannya, maka akan lebih baik lagi”.

Hasilnya lumayan memuaskan, belum sampai seminggu usahanya berjalan, Elisabeth sudah menambah lagi stok komoditinya karena permintaan pasar yang besar. Elisabeth mengaku kalau dari usahanya itu, ia bisa memperoleh keuntungan lebih dari tiga juta Rupiah dalam satu bulan.

“Keuntungannya lumayan… ya bisa bantu menambah penghasilan keluarga saya,” tutur Elisabeth yang membuka usahanya di Jalan K.H. Dewantara RT/RW 013/004 Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu tersebut.

Elisabeth berharap agar usaha yang sudah dimulainya itu dapat terus maju dan bertambah besar. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top