EKONOMI

Kebijakan Promosi Pariwisata Pemda Malaka Diapresiasi Pemuda Aintasi

Adrianus Seran

BETUN, Kilastimor.com-Tokoh Pemuda dan pemerhati Desa Aintasi, Adrianus Seran meengapresiasi kebijakan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam rangka untuk mempromosikan objek-objek wisata di Mabupaten Malaka. Kebijakan berkantor di objek wisata pada Jumat minggu ketiga bulan berjalan, sangat luar biasa.

Adrianus menyatakan, dengan adanya program pemerintah Kabupaten Malaka yang mewajibkan setiap wilayah memanfaatkan daerah wisata, termasuk menata fasilitas-fasilitas di obyek merupakan peluang besar bagi masyarakat.

Peluang ekonomi ini harus ditangkap oleh masyarakat yang berada di obyek wisata, diantaranya Desa Fahiluka, Desa Railor dan Lawalu. Ketiga desa ini yang berada dekat dengan Motadikin sebagai destinasi wisata Malaka.

“Disini saya melihat masyarakat belum di arahkan untuk memanfaatkan lokasi wisata ini, padahal semakin banyak kunjungan maka perputaran ekonominya luar biasa besar. Kenapa kemudian tempat wisata itu tidak di lmanfaatkan dengan membuka mata pencaharian disitu, salah satunya membuka lapak, makanan, kios, sebagai tempat makan dan tempat minum bagi pengunjung, apalagi hingga sekarang pengunjung semakin meningkat,” tuturnya.

Rian sapaan karibnya melanjutkan, dengan terbukanya media informasi yang terus mempromosikan objek wisata dengan mudah dan cepat, kian menarik pengunjung dari waktu ke waktu.

Dirinya berharap, ketiga kepala desa tersebut maupun desa lainnya, untuk memfasilitasi pemuda-pemuda yang notabene masih mengangur, bisa membentuk kelompok untuk memulai suatu usaha. Apalagi sekarang ada BUMDes.

Baca Juga :   Garam Yodium "Penari Likurai" Resmi Dipasarkan, Bupati Belu Ajak Masyarakat Pakai Produk Lokal

“Pemeritah desa harus proaktif untuk mengembangkan BUMDes yang ada di desa dalam rangka menangkap peluang yang ada ini, apalagi Bupati Malaka mendukung dan terus mempromosikan obyek-obyek wisata.

Dia melanjutkan, sebelum memasuki ke area pantai Motadikin terbentang luas tambak-tambak ikan masyarakat yang sangat berpotensi nilai jualnya. Akan tetapi petani tambak belum diarahkan untuk menangkap peluang usaha yang ada.

Dirinya meminta pemuda-pemuda yang berada di daerah wisata bisa diakomodir dan terlibat langsung dalam pengelolaan obyek wisata.

“Kita juga harus meniru daerah lain seperti Bali. Peluang usaha untuk para pemuda diberikan, sehingga kita bisa perlahan mencegah urbanisasi dan human trafficking. (Pisto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top