RAGAM

Pelaku Utama Pembunuhan Purnawirawan Joao Vicente Divonis 20 Tahun Penjara

Sidang putusan kasus pembunuhan purnawirawan di Kimbana.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pelaku utama kasus pembunuhan Purnawirawan Joao Vicente, Daniel Seran alias Danker divonis 20 Tahun penjara oleh majelis hakim pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Atambua, Senin (29/01/2018).

Danker dinyatakan terbukti sebagai orang yang menghabisi nyawa Joao Vicente dengan menggunakan sebilah pisau.

Kasus pembunuhan tersebut dilakukan di hutan Baun, Dusun Kinbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu pada, Senin (26/01/2017).

Danker dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena melanggar KUHP 340, pasal 55 ayat 1 pidana serta ayat- ayat lain yang berkaitan.

Pada persidangan kali ini, Polres Belu menurunkan personil sebanyak 100 orang bersama personil Brimob Sub Den II Atambua beserta peralatan dan kendaraan taktis.

“Penjagaan ini dilakukan untuk mengamankan fasilitas negara dan orang dalam keberlangsungan sidang putusan kasus ini”, ungkap Kabag OPS Apolinario Da Silva.

Usai menetapkan putusan terhadap terdakwa sekaligus menutup sidang, Mohammad Reza Latuconsina,SH.,MH selaku hakim ketua memberikan waktu tujuh hari kepada kuasa hukum dan JPU untuk menanggapi putusan terhadap terdakwa Daniel Seran.

Silvester Nahak, SH sebagai salah satu kuasa hukum dari terdakwa kepada awak media mengatakan bahwa putusan hakim dengan divonisnya terdakwa 20 tahun penjara itu menarik dengan melihat beberapa pertimbangan dalam sidang. “Menurut kami, keputusan dari majelis hakim sangatlah adil terhadap terdakwa”, ujarnya.

Adrianus Magnus Kobesi, SH., salah satu dari kuasa hukum terdakwa menambahkan baginya, keputusan majelis hakim sangat adil dengan tuntutan putusan penjara seumur hidup dan di pertimbangkan menjadi 20 tahun Penjara kepada terdakwa.

Baca Juga :   MUI Malaka: Idul Fitri Harus Jadi Ajang Silahturahmi

“Kami sebagai tim kuasa hukum memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian yang sudah membantu selama mengurus dan melakukan pengamanan kasus terdakwa hingga sidang putusan ini. Tugas yang tersisa untuk Kepolisian yaitu mengejar DPO Marius yang sama-sama dengan terdakwa Daniel menghabisi nyawa korban,” tambahnya.

Seusai persidangan, Kabag OPS Polres Belu, AKP Apolinario da Silva,SH kepada media menyampaikan putusan hakim kepada pelaku pembunuhan merupakan bentuk ketegasan penegak hukum dalam menyelesaikan kasus pembunuhan.

“Kami melayani semua orang tanpa membeda-bedakan. Hak korban maupun terdakwa sama-sama dilayani,” tegas AKP Apolinaris. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top