HUKUM & KRIMINAL

Periksa Kades Bone Tasea, Polsek Weliman Kirim Surat Permohonan Izin ke Bupati Malaka. Nahak: Saya Pasrah Hadapi Proses Hukum

IPTU Yusuf

BETUN, Kilastimor.com–Usaha yang ditempuh Kepala Desa Bone Tasea, Edmundus Nahak untuk menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan anggota Panwascam Weliman, Adrianus Manek secara kekeluargaan menemui jalan buntuh.

Kapolsek Weliman, Iptu Yusuf, yang dikonfirmasi soal perkembangan penanganan kasus itu Jumat (19/1/2018) mengatakan, pihaknya sudah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada pihak Kejaksaan Negeri Belu.

Disamping itu, ia juga sudah mengirimkan surat permohonan izin kepada Bupati Malaka untuk memanggil Kades Edmundus guna dilakukan pemeriksaan.

Dirinya mengaku, sejauh ini sudah melakukan pemeriksaan kepada tiga orang saksi, termaksuk korban.

“Sampai saat ini status Kades Edmundus masih berstatus sebagai terlapor dan belum ditingkatkan sebagai tersangka. Untuk keterangan saksi, tiga orang saya rasa sudah cukup. Dalam waktu dekat kita akan melakukan pemanggilan kepada Kades Edmundus guna diperiksa,” jelas Yusuf.

Sementara itu secara terpisah, Kades Edmundus yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut mengaku pasrah dan siap mengikuti proses hukum.

Kepada media ini, Kades Edmundus mengaku sudah menempuh berbagai cara agar kasus tersebut tak sampai ke meja hijau.

Edmundus mengaku sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan baik kepada keluarga korban, Panwaslu Kabupaten Malaka maupun Bawaslu NTT.

Ia langsung menyambangi komisioner Bawaslu NTT di Kupang untuk menyampaikan permohonan maaf kepada lembaga tersebut dan mengakui kesalahannya. Namun sayang segala usaha yang ditempuhnya tak membuahkan hasil.

Baca Juga :   Bulog Adakan Sosialisasi tentang Keberlanjutan Bumdes

“Segala usaha sudah saya tempuh tetapi tidak membuahkan jalan damai. Saya datang temui korban dan keluarganya, disarankan saya ke Panwaslu Kabupaten Malaka, saya datang ke Panwaslu Kabupaten Malaka katanya masih harus melakukan koordinasi dengan Bawaslu NTT karena ini sudah menyangkut lembaga. Saya pergi ke Bawaslu NTT juga tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ya, mau bagaimana lagi jika tidak ada jalan damai maka saya mau tidak mau harus siap mengikuti proses hukum,” pungkas Kades Edmundus saat menghubungi media ini melalui telepon selulernya.
(pisto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top