RAGAM

Pustu Bokousan Sempit,  Beginilah Riwayat Pembangunannya

Pustu Bokonusan.

OELAMASI, Kilastimor.com-Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bokonusan, Semau merupakan satu-satunya pusat pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Bokonusan yang banyak dikunjungi masyarakat setiap harinya.

Akan tetapi, sempitnya Pustu kadang menyulitkan petugas untuk melayani warga. Bahkan karena masyarakat berdesak-desakan, sehingga ada yang sampai pingsan. Gambaran keadaan Pustu Bokonusan tersebut,  disampaikan Kepala Desa Bokonusan Agusbert B. Ngefak kepada kilastimor.com, Senin (15/1)

Dirinya mengisahkan, gedung Pustu tersebut dibangun sejak tahun 2008,  melalui dana dari dinas kesehatan atau APBD Kabupaten Kupang, senilai Rp 50.000.000. Pustu dibangun dengan ukuran, 3×6 meter. Menurutnya, rencananya pustu tersebut dibangun di lokasi pustu lama, tetapi tanahnya bermasalah  sehingga dibangun di lokasi kantor desa.

Pada saat pembangunan pustu tersebut, dirinya sempat menawarkan untuk membangun pustu tersebut dengan cara swakelola. Alasan dirinya menawarkan hal tersebut, karena ukuran yang diberikan oleh dinas kesehatan Kabupaten Kupang, melalui kontraktor adalah 3×6 meter.

Sedangkan dirinya menawarkan, jika dikerjakan swakelola,  maka ukurannya menjadi 3×7 meter.  Tetapi karena kontraktor yang membangun pustu tersebut menolak, sehingga pustu tersebut, tetap dibangun.

Setelah pembangunan tersebut, dirinya sebagai kepala desa, melihat bahwa, gedung pustu se-ukuran 3×6, tidak cukup untuk tempat tinggal petugas kesehatan, sehingga melalui swadaya murni desa membangun dapur dan kamar tidur ruang makan bagi petugas kesehatan.

Baca Juga :   Kapolres: Masyarakat Belu-Malaka Harus Bijak Bermedsos

Halaman : 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top