HUKUM & KRIMINAL

Satgas Pamtas Yonif Raider 712/Wt Musnahkan Empat Ton BBM dan Miras

Api melalap BBM dan miras yang dimusnakan.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wt musnahkan empat ton BBM dan minuman keras (Miras) lokal jenis sopi hasil penggagalan penyelundupan, Selasa (16/01/2018). Pemusnahan dilakukan di belakang lapangan Mako Satgas Pamtas Sektor Timur di Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kabupaten Belu.

Empat ton BBM dan Miras itu adalah separuh dari hasil penggagalan penyelundupan menjelang masa akhir tugasnya di Perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu dari sebelas ton yang disita. Sementara tujuh ton sisanya tidak dimusnahkan, tapi diserahkan kepada masyarakat perbatasan untuk dijual demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga

Empat ton BBM dan Miras yang dimusnahkan diantaranya Bensin 1.850 liter, Solar 230 liter, Minyak Tanah 9.190 liter dan Miras lokal jenis Sopi 165 liter.

Turut mendampingi Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 712/Wt Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan yang memimpin langsung pemusnahan BBM ini yakni Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Wakapolres Belu, Kasdim 1605/Belu, Danyon 743/Syb, Wadanyon 743/Syb, Kalapas Atambua, Kepala Imigrasi Kelas IIB Atambua, Kasi Intel Kejaksaan Atambua dan Pejabat yang mewakili Bea Cukai Atambua.

Ratusan jerigen dijejerkan di dalam lubang galian tanah, dilanjutkan dengan pelemparan obor yang dilakukan oleh Dansatgas, Ketua Pengadilan, Kasdim 1605/Belu dan Wakapolres Belu. Api melalap seluruh jerigen berisi BBM dan miras tersebut. Hanya hitungan detik, api langsung meninggi.

Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 712/Wt Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan kepada wartawan mengatakan, pemusnahan barang bukti BBM ilegal dan Miras lokal jenis sopi ini adalah hasil operasi Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wt.

Baca Juga :   Agus Taolin Tepis Isu Dirinya Mundur dari Pilkada Belu 2020

Dikatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk menciptakan kondusifitas daerah khususnya bagi masyarakat Kabupaten Belu di perbatasan. Baginya, Penyalahgunaan minuman keras merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Elvino mengatakan, banyak sekali contoh kasus kriminal yang dilakukan oleh individu maupun kelompok selalu diawali dengan penyalahgunaan minuman keras.

Karena itu, Satgas Pamtas Yonif Raider 712/Wt melaksanakan operasi penggagalan penyelundupan Miras dan BBM. Tujuannya untuk terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, pemberantasan peredaran dan penjualan minuman keras ilegal secara tidak langsung dapat menghindarkan generasi muda dari hal Negatif. Dengan demikian, akan dapat terciptanya generasi penerus bangsa yang sehat, tangguh dan berkarakter baik.

“Langkah preventif yang dilaksanakan oleh jajaran Satgas Pamtas Yonif Raider 712/Wt sangat diharapkan dapat menekan potensi konflik sosial di Kabupaten Belu,” ujarnya.

Menjelang hari-hari terakhir masa tugasnya, Elvino menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu dan jajaran Polres Belu yang selama ini selalu bersinergi dan bekerjasama dengan Satgas Pamtas 712/Wt untuk menjaga dan menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Belu.

“Terima kasih karena telah bersama-sama bahu-membahu untuk membantu kesulitan masyarakat di perbatasan dengan Ikhlas dan senang hati selama kami melaksanakan penugasan,” ucapnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top