RAGAM

Beri Rekoleksi, Uskup Atambua Minta Umat Bangun Solidaritas

Uskup Atambua beri rekoleksi di Kefamenanu.

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Menyongsong Tri Hari Suci atau biasa dikenal Paskah, Dekenat Kefamenanu melakukakan rekoleksi Aksi Puasa Pembangunan (APP) se-dekenat di Paroki Sta. Theresia, Rabu (28/2).
Salah satu pemateri dalam rekoleksi itu sendiri yakni Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Rekoleksi itu dihadiri sekira 1.000 orang dari 15 paroki di TTU, termasuk dari kelompok kategorial seperti Legio Mariae, Sta. Anna dan Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) serta kelompok guru.

Uskup Atambua itu menyoroti solidaritas yang sering kali bahkan kian pudar dan tidak seimbang. Dimana sebagian kecil orang rajin dan lebih banyak bermalas-malasan. Akibatnya, terjadi kesenjangan yang kian melebar dan solidaritas itu sendiri hilang.

“Sejak tahun 2015, Indonesia memiliki 37 juta sarjana yang mengganggur dan 70 persen pemuda yang siap bekerja itu, tetapi tidak bisa bekerja dikarenakan pemuda kategori itu lebih banyak membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Anak muda lebih sering mencari pekerjaan yang tidak halal berupa mencuri, menjual obat terlarang, serta mengkomsumsi obat terlarang maupun juga miras,” ungkap Uskup Domi.

Uskup Domi lebih lanjut menegaskan untuk membuat keseimbangan solidaritas, seseorang harus melakukan keadilan terhadap sesama dan terhadap Allah. Manusia itu digambarkan sebagai menara Babel, dimana kesombongan manusia begitu tinggi, tetapi tidak memiliki solidaritas terhadap alam, Tuhan dan sesama.

Baca Juga :   Para Guru dan Masyarakat Segel SMPN Rinbesihat

Karena itu, harapnya, solidaritas untuk kehidupan perlu dikedepankan, agar keadilan benar-benar terasa. Sesama anak Tuhan hendaknya melakukan refleksi untuk membangun solidaritas, juga meninggalkan perilaku yang tidak membangun.

Pantauan media ini, peserta begitu antusias mengikuti rekoleksi. Peserta rekoleksi, Lius Kurbafo menyebutkan, dirinya sangat antusias mengikuti rekoleksi. “Saya ingin merefleksikan diri sebagai manusia sosial, dan mempersiapkankan diri menghadapi Pesta Paskah,” paparnya. (isto santos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top