RAGAM

DBD meningkat, Wali Kota Pantau Fogging di Maulafa

Wali Kota Kupang pose bersama warga disela memantau fogging di Maulafa.

KUPANG, Kilastimor.com-Data di Dinas Kesehatan Kota Kupang, bahwa 70 persen atau hampir keseluruhan rumah terdapat jentik nyamuk Demam Berdarah.
Terkait hal itu, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang tidak duduk diam, melainkan terus berupaya memberantas Demam Berdarah dengan melakukan Fogging Khusus yang dimulai sejak Januari 2017 di beberapa titik dan di Kelurahan Maulafa sudah dilakukan fogging pada 16-17 Februari 2018.

Istimewahnya, kegiatan Fogging yang dimulai pukul 15.00 ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, MM, MH.

Disaksikan media ini, aktivitas Fogging di lima titik pada hari ini semakin ramai tatkala dengan kehadiran seorang Jeriko, bahkan ketika turun dari mobil secara spontan ada beberapa masyarakat yang langsung mengabadikan moment bersama orang nomor satu Kota Kupang ini.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana bersama Staf kaget dengan kehadiran sosok seorang Jeriko di tengah-tengah kepulan asap fogging.

Kepada media ini, dr. Ari mengatakan ucapan terima kasih atas dukungan dan keterlibatan langsung Wali Kota Kupang dalam melakukan fogging ini.

“Secara pribadi terima kasih kepada Wali Kota Kupang yang setelah mengetahui adanya data dan informasi mengenai DBD di Maulafa dan ada kegiatan Fogging sehingga dirinya langsung turun ke masyarakat dan memantau fogging ini,” ungkap Dokter jebolan Udayana tahun 1991 ini.

Baca Juga :   Bupati Kupang Tanam Pakan Ternak di Desa Fatukanutu

Dirinya mengungkapkan bahwa  dengan kehadiran Wali Kota Kupang memberi semangat tersendiri bagi petugas lapangan

“Di lapangan,  kami senang karena dengan kehadiran big bos kami, apalagi yang memegang senjata semakin semangat berapi api, bahkan hujan pun tidak berhenti seperti kemarin,” katanya

Mengenai target yang diharapkan bahwa selain upaya mengantisipasi akan ada lagi masyarakat yang meninggal karena DBD dirinya mengharpakan agar masyarakat membersihkan pekarangan rumah termasuk botol atau kaleng kaleng bekas yang bisa menampung air hujan dan ada jentik nyamuk.

“Kita lakulan ini selama seminggu, supaya siklusnya itu tetap. Takutnya jika terputus putus maka setelah kita fogging hari ini beberapa hari berikut baru datang lagi, maka tdk berhasil, sehingga kita lakukan ini fogging khusus dengan target agar masyarakat terantisipasi dari penyakit demam berdarah. Adapun tindakan yang kita lakukan mulai bulan Januari di beberapa titik seperti Fatululi, Oesapa, BTN Kolhua yang ada kasus positif berdasarkan dignosa rumah sakit maka radiaus dua ratus meter melinggkar itu kita lakukan fogging,” jelasnya.

Terkait himbaunnya, dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini  sudah cukup banyak himbauan yang Sudah dikeluarkan baik melalui surat, media massa dan lain sebaginya.

“Fogging selama ini kita lakukan adalah Fogging di mana memberantas nyamuk dewasa yang telah menggigit pasien yang positif DBD maka kita perkiran nyamuk di sekitar itu kita berantas. Tapi sebenarnya Mari sama sama kita memberatas sarang nyamuk terlebih dahulu yanh kita kenal dengan sitilah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) salah satunya caranya adalah 3 M. Mengubur Kaleng kaleng Bekas, Menguras tempat tempat penampungan air, Menutup air supaya tidak ada nyamuk yang bertelur,” himbaunya.

Baca Juga :   Ade Manafe: 139 PTT yang Direkrut Pemkot Kupang untuk Isi Kekosongan

Diinformasikan bahwa di Keluruhan Maulafa selama beberapa bulan terakhir ada tujuh kasus yang didiagnosa dan 4 dari itu positif DBD dan 1 di antaranya  meninggal dunia. (dinho mali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top