HUKUM & KRIMINAL

Ini Komentar Kepala BNN Belu Terkait Penggagalan Penyelundupan 150 Ton Bahan Dasar Narkoba

Ferdinandus Lau Bone

ATAMBUA, Kilastimor.com-Setelah Pemerintah Timor Leste berhasil menggagalkan 150 Ton bahan dasar pembuat pil PCC di Timor Leste, Kali ini Kepala BNN Kabupaten Belu, Ferdinandus Bone Lau angkat bicara terkait masalah tersebut. Menurutnya, 150 Ton bahan dasar pembuat pil PCC yang dikemas dalam 9 kontainer tersebut sudah siap diselundupkan ke Indonesia melalui jalur laut.
Hal ini diungkapkannya ketika dihubungi kilastimor.com via telephon selularnya pada Rabu (28/02/2018).

Dikatakan, dirinya telah mengirimkan beberapa anggotanya untuk mendalami kasus tersebut.
“Benar ada penggagalan penyelundupan 150 Ton bahan dasar pembuat Pil PCC oleh Pemerintah Timor Leste. Kita sudah mengirimkan anggota ke Timor Leste untuk keperluan penyelidikan,” tutur Ferdy.

Saat itu, pihak BNN Indonesia telah bekerja sama dengan pihak Timor Leste untuk mengambil sampel bahan dasar pembuat pil PCC tersebut untuk dikirimkan ke Laboratorium Bogor untuk diteliti lebih lanjut.

Dikatakan, 150 Ton bahan dasar pembuat Pil PCC tersebut sudah siap dikirimkan ke Indonesia melalui jalur laut yang disembunyikan di dalam 9 kontainer. Jumlah yang sedemikian besar tersebut akan dikirimkan ke Pulau Jawa.

“Pastinya, barang tersebut akan dikirimkan ke Indonesia melalui jalur laut. Indonesia menjadi target pengiriman karena penggunanya begitu banyak di Pulau Jawa,” paparnya.

Dia meminta bantuan para petugas perbatasan untuk memperketat penjagaan. Baginya, perlu ada kerjasama lintas sektor untuk mengatasi hal tersebut.

Baca Juga :   Demokrat NTT Tegak Lurus dengan AHY

“Unik bisa mengatasi penyelundupan obat-obatan terlarang tersebut, kita perlu berkerjasama lintas sektor. Dengan begitu, maka kita dapat mengantisipasi penyelundupan obat-obatan terlarang masuk ke Indonesia,” pintanya.

Ferdy sapaan karibnya menuturkan pihaknya sudah berusaha melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bila menemukan kejanggalan atau melihat adanya tanda-tanda penyelundupan, maka masyarakat segera melaporkan ke pihak yang berwajib.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini bahwa Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah masuknya narkotika dan obat-obatan terlarang melalui wilayah perbatasan RI-RDTL, Polres Belu memperketat penjagaan di setiap pos polisi perbatasan. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Belu AKBP Christian Tobing kepada awak media pada, Jumad (23/02/2018).

Dikatakan bahwa diperketatnya personil Polres Belu di wilayah perbatasan disebabkan adanya aksi penggagalan penyelundupan 150 ton bahan narkoba.

Dikatakan bahwa diperketatnya personil Polres Belu di wilayah perbatasan disebabkan adanya aksi penggagalan penyelundupan 150 ton bahan dasar Pil PCC di Timor Leste oleh Pemerintah Timor Leste. Barang-barang tersebut rencananya akan dimasukan ke Indonesia melalui pintu perbatasan dan juga melalui jalur laut. Barang-barang tersebut rencananya akan dimasukan ke Indonesia melalui pintu perbatasan dan juga melalui jalur laut. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top