RAGAM

Ketiadaan Air, Lahan Cetak Sawah Baru Ditanami Jagung

Jagung tumbuh subur di lokasi cetak sawah baru Rabasa.

BETUN, Kilastimor.com-Akibat ketiadaan air lokasi cetak sawah seluas 30 Ha di Desa Rabasa Haerain dan Rabasa, Kecamatan Malaka Barat, diubah menjadi perkebunan jagung.

Lahan yang telah selesai dicetak di tahun 2017 lalu, belum bisa ditanami padi akibat ketiadaan air. Agar lahan tersebut tidak menjadi lahan tidur, masyarakat pun memanfaatkannya dengan menanam jagung hibrida.

Kepala Desa Rabahasa, Edmundus Klau mengaku pesimis jika lokasi cetak sawah bisa ditanami padi. Pasalnya di lokasi tersebut, air dari saluran irigasi Weliman tak mampu mencapainya.

Oleh sebab itu, agar lahan tersebut bisa menghasilkan, bersama warga lokasi tersebut diubah menjadi perkebunan jagung.

Dari 30 Ha lahan cetak sawah, ia mengaku saat ini sekitar 12 Ha sudah ditanami jagung dan saat ini sudah berbuah.

“Lokasi cetak sawah ini kesulitan air irigasi. Air dari saluran irigasi Weliman biasanya sampai di musim tanam kedua, namun itu pun hanya beberapa minggu, sehingga jika dipaksa dengan tanaman padi ancaman gagal panen sangat besar. Oleh sebab itu, untuk sementara kita tanami jagung biar lahan tersebut tidak kembali menjadi lahan tidur,” ungkap Edmundus ketika di konfirmasi, Senin, 19/2/2018. (pisto)

Baca Juga :   Tim Dokter Vaksin Bupati Malaka dan Keluarga
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top