RAGAM

Paul Liyanto Gelar RDP dengan Warga Fatuleu

Abraham Paul Liyanto RDP dengan masyarakat Fatuleu.

OELAMASI, Kilastimor.com-MPR RI terus menyerap aspirasi dengan masyarakat dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salah satunya dilakukan oleh anggota MPR RI, Abraham Paul Lianto dengan masyarakat Fatuleu, Kabupaten Kupang, Sabtu (10/2/2018).

RDP tentang kehidupang berbangsa dan bernegara itu dilakukan di kantor Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Adapun peserta RDP antara lain, para Kepala Desa dan Lurah, para Kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan para guru di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, sebanyak 150 orang.

Rapat itu dibuka oleh Camat Fatuleu, Kabupaten Kupang, Ruben Lodo Hube, sekaligus sebagai moderator.

Selanjutnya Abraham Paul liyanto menyampaikan materi RDP MPR RI tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masyarakat Indonesia khususnya NTT harus terus memegang teguh prinsip yang telah diletakan oleh pendiri bangsa yakni bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera. Tentunya tidak saja dikakukan oleh pemerintah, tapi juga oleh rakyat itu sendiri.

Dia menyebutkan, perbaikan yang mendesak perlu dilakukan oleh pemerintah di NTT adalah di sektor Kesehatan dan sektor pendidikan. Dengan memperbaiki sektor kesehatan maka akan dapat dihasilkan generasi muda yang sehat yang bila dibarengi dengan perubahan pada sektor pendidikan kearah yang lebih maju, maka generasi yang dihasilkan adalah generasi sehat dan cerdas, yang mampu menangani berbagai permasalahan bangsa dikemudian hari.

Baca Juga :   Para Dokter di RSPP Betun Diminta Terapkan Ilmu Pengetahuan yang Diperoleh

Dia juga menyoroti jalan dipesisir Barat yang disebut dengan Poros Tengah, agar bisa disiasati dengan memperbaiki jalan yang ada. Supaya hal ini dapat dilaksanakan maka status jalan tersebut perlu dirubah menjadi jalan negara, sehingga dukungan penganggarannya akan dibebankan ke pusat.

Sebagai contoh jalan menuju bendungan Raknamo, saat ini statusnya menjadi jalan negara, sehingga kualitasnya bagus dan transportasi menuju ke Raknamo sangat lancar.

Jalan menuju lintas Barat ini perlu terus diperjuangkan sehingga bisa mendapatkan fasilitas serupa seperti yang saat ini sudah dialami oleh jalan lintas selatan (Kolbano) sampai dengan Kobalima.

Di Fatuleu bilang dia, ternyata ada potensi mangaan yang perlu dikelola secara baik, sesuai Pasal 33, UUD 1945, dimana seluruh kekayaan alam yang terkandung didalam bumi harus dikelola oleh negara demi kemakmuran masyarakat Indonesia.

Sebagai landasan hukum untuk implementasikan hal itu, pemerintah saat ini sudah memiliki UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dimana setiap pengusaha tambang wajib membangun smelter, agar hasil tambang kita meningkat harganya, dibanding dengan ekspor bahan mentahnya saja atau gelondongan.

Dia berharap masyarakat Fatuleu terus membangun diri dengan melakukan usaha-usaha produktif, agar kemajuan dan kesejahteraan yang dicita-citakan bisa tercapai. “Kami akan terus mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk bersama membangun Fatuleu dan Kabupaten Kupang pada umumnya,” pungkas dia. (ferdy)

Baca Juga :   Deputi BIN Tinjau Kelompok Tani Makmur di Kamanasa, Betun
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top