RAGAM

Saut Situmorang: NTT jadi Perhatian KPK

Wakil Ketua KPK pose bersama pengurus Senat Mahasiswa Unwira.

KUPANG, Kilastimor.com-Senat Mahasiswa Unwira kembali menggelar kuliah umum, dengan menghadirkan Narasumber Pimpinan KPK, Thoni Saut Situmorang, MM, PhD, di Aula Kampus  Unwira Penfui, Kamis (22/2/2018).

Pada acara seremonial, Ketua Senat Mahasiswa Unwira, Elfrem Woni berharap agar kegiatan luar biasa ini dihayati betul oleh mahasiswa-mahasiswi Unwira.

Pada kesempatan selanjutnya Sambutan Rektor Unwira yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Drs. Servatius Rodriques, M.Si mengucapkan terima kasih kepada pimpinan KPK yang telah hadir dan berdialog secara langsung dengan mahasiswa Unwira.

Servas juga mengungkapkan rasa bangga
sebab Pimpinan KPK bisa hadir di tengah- tengah mahasiswa Unwira. “Momen ini menjadi momen bersejarah. Karenanya diharapkan mahasiswa bisa memaksimalkan kesempatan yang ada,” timpalnya.

Kegiatan kuliah umum dipandu oleh moderator, Bernadinus Mali Mahasiwa Fakultas Hukum Unwira.

Kegiatan ilmiah berlangsung dengan baik dan terlihat peserta menyimak dengan baik.  Pada kesempatan dialog, berbagai pertanyaan muncul. Jeremias Nipu salah satu peserta bertanya mengenai Korupsi “by design” yang seolah olah niat korupsi sudah ada sejak dalam pembentukan suatu produk hukum dalam hal ini Undang-undang, juga mengenai Kasus OTT Marianus Sae dilihat seolah olah KPK punya kepentingan pasalnya OTT dilakukan di saat bertepatan dengan moment pilkada.

Terkait hal ini, Saut situmorang menanggapi dengan serius bahwa KPK sejak pembentukan dan hingga saat ini, eksistensi, integritas dan independensi  diutamakan.
“Kita tidak serta merta melihat bahwa semua produk hukum merupakan produk ‘by design’ korupsi. Jika ada itu hanya dugaan, dan KPK tidak mempunyai wewenang sampai disana. Sedangkan terkait OTT Marianus Sae, Kita tidak punya kepentingan apa apa. Kita sudah mengumpul data secukupnya. Yang membuat geram teman di KPK bahwa ketika masuk zona pemilu aliran dana begitu deras dan ini ada dugaan dan kami mencari informasi dengan penyelidikan,” ungkapnya singkat.

Baca Juga :   Pengaduan Mayarakat ke UPK Kota Kupang Tahun 2016 Menurun. Benarkah? Lisapaly: Kami akan Evaluasi

Pada kesempatan yang sama, Norberth Kehi Bria, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Cabang Kupang menegaskan bahwa alangkah baiknya KPK tidak hanya ke kampus-kampus tetapi bisa meluangkan waktu ke daerah-daerah Kabupaten di NTT.

Terkait hal ini, Saut Situmorang yang merupakan lulusan SDK Makmur Medan 1972 ini menegaskan, kedatangan rombongan KPK membawa tiga misi utama.
“Perlu diingat kami datang ke sini karena tiga hal yang menjadi spirit kami. Pendidikan, Pencegahan dan penindakan. Terjadap masukan bahwa semua daerah di NTT akan dikunjungi itu kita agendakan khusus. NTT jadi perhatian KPK saat ini,” katanya. (*/Humas SEMA UNWIRA/dinho mali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top