RAGAM

Ada “Bupati-bupati” Siluman di Belu?

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ada Bupati “Siluman” di Kabupaten Belu. Hal ini diungkapkan ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belu, Marthen Naibuti saat memimpin Rapat Dengar Pendapat terkait SK Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Belu di ruang rapat Komisi II Gedung DPRD Belu, Selasa (6/3/2018).
“Ada bupati-bupati siluman di Belu,” ungkap Marten Nia Buti.

Ucapan ini bukan tak beralasan. Permasalahan pemutusan tenaga kontrak yang dilakukan secara sepihak tanpa melalui prosedur yang benar membuat Marthen terus bertanya kepada beberapa kepala Dinas.

Terbukti, salah satunya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Belu yang mengaku dirinya mengganti James Amalo, Sopir Mobil Dinas Sekretaris P dan K dengan salah satu nama baru diluar dari nama-nama yang diusulkan oleh Dinas P dan K hanya via telephon seluler.

Selain di Dinas P dan K, ada beberapa tenaga Kontrak di dinas lain yang diganti diluar nama-nama yang diusulkan oleh Dinas terkait.

Salah satunya, Dinas Pekerjaan Umum. Plt. Kadis PU, Vincent K. Laka mengaku bahwa ada dua orang tenaga kontraknya yang diganti dengan dua nama baru di luar dari nama-nama yang diusulkan dinas.

“Ada dua orang yang katanya tidak mendapat SK kontrak yang baru padahal nama mereka diusulkan. Yang saya tahu kedua orang ini bekerja sangat baik di dinas saya,” ungkap Vincent.

Lebih parahnya, dua nama tersebut berasal dari bidang ilmu yang tidak cocok dengan berbgai bidang yang ada di Dinas PU. Beli Nahak, ST dan Maria Isabela, ST digantikan dengan dua orang nama baru yang bergelar SE dan S.Pd.

Baca Juga :   1.062 Polsek Tidak Boleh Lakukan Penyidikan

“Teko baru juga muncul secara hebat menggantikan kedua teko dengan latar belakang pendidikan di luar profesi Dinas PU,” ujarnya dengan nada tinggi.

Vincent berharap agar ada peninjauan ulang terhadap SK kontrak yang baru diterbitkan Februari 2018.

Hal ini pun terjadi pada Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belu. Ada salah satu Tenaga Kontrak yang baru menggantikan tenaga kontrak yang sudah bekerja selama 8 tahun di Dinas tersebut. Padahal, nama baru tersebut muncul di luar dari nama-nama yang diusulkan oleh dinas.

“Nama-nama teko lama di dinas kami tetap usulkan di SK yang baru. Namun, muncul satu nama asing dalam SK baru menggantikan orang yang sudah lama bekerja di dinas ini”, ungkap Sekertaris Bappeda Belu.

Sampai saat ini teko baru itu belum datang melapor diri. Pegawai lama yang dipecat juga sampai Selasa (5/3/2018) masih bekerja di OPD Bappeda.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Belu, Frans Asten yang selalu dimintai pertanggung jawaban dari persoalan teko baru dari OPD lain terlihat kebingungan akan terjadinya hal tersebut.

Asten mengaku ada titipan dari kepala Dinas dan oknum tertentu dalam rekapan akhir SK saat sudah mencapai hasil final.

Mendengar itu, Ketua Komisi I mengatakan orang-orang inilah yang dikatakan sebagai bupati jadi-jadian yang mengklaim diri sebagai pimpinan tertinggi di kabupaten Belu untuk mengambil keputusan SK tenaga kontrak yang baru.

Baca Juga :   Bulan Bakti Gotong Royong Kabupaten Malaka Resmi Dicanangkan

“Keegoisan disini menunjukan banyaknya bupati jadi-jadian di kabupaten Belu dengan secara diam-diam mengambil keputusan SK kontrak,” ujar Marten. “Mendahulukan kepentingan diri tanpa melihat sisi nurani terhadap pemecatan teko yang telah lama mengabdi,” lanjutnya.

Marthen melihat bahwa adanya permainan “bupati-bupati Siluman” membuat masyarakat Belu beranggapan negatif terhadap Bupati Belu, Willybrodus Lay. “Bupati Siluman” ini pula yang merusak Daerah Belu secara diam-diam.

Diakhir rapat, Marthen Nai Buti selaku pimpinan Rapat menyatakan DPRD akan merekomendasikan hasil rapat forum kepada Bupati untuk di1qq11tinjau kembali SK 2018 yang telah dibuat. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top