RAGAM

Begini Cara James Amalo Diputus Kontrak dari Tenaga Kontrak. DPRD Belu: SK Bupati Harus Ditinjau Kembali

RDP Komisi I DPRD Belu dengan Kepala BKPP dan Kadis PK Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Cara baru yang dapat digunakan untuk memutuskan kontrak seseorang dari Tenaga Kontrak (Teko) Daerah di Kabupaten Belu terkuak. Hanya melalui telephon seluler, semua bisa menjadi sah dan berubah seketika.

Hal inilah yang terjadi pada salah satu Teko Daerah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Belu, James Jonson Amalo.

Dia diputus kontrak hanya karena Kadis P dan K Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau menelpon dan meminta salah satu staf pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Belu untuk menggantikannya tanpa melalui mekanisme yang seharusnya. Luar biasanya, dia digantikan dengan orang pilihan Kadis P dan K tanpa pertimbangan dengan stafnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Belu, Frans Asten saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Belu, Selasa (06/03/2018).

Kaban BKPP Kabupaten Belu, Frans Asten mengaku, dalam usulan dari Dinas P dan K, nama James Amalo ikut diusulkan bersamaan dengan sembilan orang lainnya. Namun, James tiba-tiba digantikan dengan Charles Atok yang sebelumnya tidak diusulkan oleh dinas terkait. Pergantian ini pun dilakukan hanya via telephon tanpa pertimbangan dari staf di Dinas P dan K.

“Dari 10 nama, dalam perjalanan ada satu nama yang diganti. Pergantian itu atas penyampaian lisan via telephon seluler dari Pak Kadis,” ungkap Kaban Asten.

Saat itu, pihak BKPP telah meminta untuk Kadis P dan K segera membuat surat tertulis. Namun, hingga saat berita ini diturunkan pun, Kadis P dan K belum mampu menyerahkan surat tertulis kepada BKPP.

Baca Juga :   Heri Klau: Warga Malaka Harus Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

“Kita minta disampaikan secara tertulis. Sampai saat ini belum direspon tertulis,” ujarnya.

Kepala Dinas P dan K, Marsianus Loe Mau yang diminta pertanggungjawaban oleh para wakil rakyat mengakui hal tersebut. Marsi mengaku kalau menggantikan James hanya dengan menelpon pihak BKPP dan belum menyerahkan surat secara tertulis. Dia menggantikan James dengan orang yang dipilihnya.

“Saya yang menyampaikan ke Kabid Pembinaan Pak David via telepon untuk ganti James,” ujar Kadis Marsianus.

Alasannya Marsianus menggantikan James karena menurut laporan yang masuk dari para stafnya bahwa James sering berperilaku tidak sopan kepada para pegawai. Dia bahkan sering memaki para pegawai tanpa memandang orang itu telah berkeluarga atau belum.

Selain itu, James juga sering lupa mengisi bensin pada mobil dinas. Mobil dinas yang dikendarai James pun sering mengalami kerusakan. Padahal, untuk semuanya itu, sudah ada pos anggarannya.

Dari sisi kedisiplinan, dia mengakui kalau James adalah orang yang masuk selalu tepat waktu.

“Alasanya James ini disiplin iya… tapi, kadang dia maki pegawai di dalam kantor. Mobil dinas ada anggaran, tapi selalu dikeluhkan sekretaris naik ojek karena mobil kehabisan bensin. Baru-baru musrenbang di Haekesak, mobil rusak di jalan, padahal ada anggaran,” jelas Marianus.

Alasan inilah kata dia, yang membuat dirinya harus mengganti James. Ini juga sesuai dengan laporan dari sekretaris.

Baca Juga :   Dua Kades di Malaka, Stuba di Desa Lakekun dan Lakekun Barat

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belu, Marten Nia Buti yang memimpin rapat tersebut membantah apa yang disampaikan oleh Marsianus.

Ia menuturkan, Senin (5/3/2018) ia bertemu dengan sekretaris P dan K. Saat itu, sekretaris menuturkan bahwa dia sendiri sangat menyesal dengan apa yang dialami James.

Marten menceritakan, saat dia bersama Sekretaris P dan K, malah sekretaris memuji kinerja James selama ini.

Penyataan ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang sudah disampaikan oleh Kadis. Karena itu, Marten berkesimpulan bahwa apa yang dilakukan oleh Kadis P dan K Kabupaten Belu tersebut tidak masuk akal. Selain itu, alasan yang sudah disampaikan pun tak dapat diterima.

Karena itu, dia merekomendasikan agar SK yang sudah dikeluarkan agar ditinjau kembali oleh Bupati Belu.

Untuk diketahui, RDP dipimpin Ketua Komisi I DPRD Belu, Marthen Nai Buti. Hadir juga Wakil Ketua II DPRD Belu, Jeremias Junior Manek Seran serta sejumlah anggota lintas Komisi DPRD Belu.

Selain membahas persoalan pemberhentian Teko di Dinas P dan K, juga masalah pemberhentian Teko di Dinas Kesehatan Kabupaten Belu. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top