RAGAM

Beras Sejahtera Bukan untuk Kepentingan Politik

JT. Ose Luan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyaluran beras sejahtera (Rastra) kepada warga ditakutkan akan dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk kepentingan politik.

“Jangan sisipkan untuk kepentingan tertentu. Tidak ada kepentingan aparatur apalagi politik atau juga pungli,” tegas Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan dalam arahan rapat sosialisasi Rastra 2018 di lantai I Kantor Bupati Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (20/03/2018).

Dikatakan, pertemuaan tersebut dibuat untuk membicarakan tentang program Pusat sampai ke Desa mengenai beras sejahtera bagi warga kurang mampu.

“Ini harus dipahami oleh kita semua yang hadir terutama para aparat dari Kecamatan sampai Desa. Program dari pusat ini sampai Desa dan langsung diterima warga tanpa ada kepentingan,” tegasnya.

Dikatakan, dengan adanya tambahan bantuan dari pemerintah pusat ini, maka akan mengurangi konflik anatara masyarakat dengan aparatur desa. Bantuan tersebut akan langsung diterima oleh warga.

“Karena itu, kalau ada demo maka rastra tidak akan diberikan. Ini kebijakan seluruh Indonesia. Jangan kita kotori dengan demo. Tapi kita harus bersyukur dengan program ini,” ujar dia.

Rastra, jelas Ose, untuk warga. Karena itu harus berikan untuk mereka meski hanya 10 kilo gram per kepala keluarga. Bagi warga 10 kilo itu tidak ada arti, tapi kalau warga tersinggung maka akan menjadi masalah.

“Kamu yang hadir semua aparat Pemerintah berikan mereka kesempatan. Ini pekerjaan sosial. Saya minta biarkan mereka tersenyum. Mengabdilah dengan tulus non kepentingan,” tandas mantan Sekda Belu itu.

Baca Juga :   Ketua Komisi V DPR RI Pantau Perkembangan Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Tenau

Sebelumnya, masyarakat Belu telah menerima Rastra sebesar 15 Kg per keluarga. Dengan adanya tambahan ini, maka setiap keluarga dapat menerima bantuan Rastra sebesar 25 Kg.

Untuk diketahui, rapat tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Belu, Kepala Subdivre Bulog Atambua, Kabag Ekonomi Setda Belu serta para Camat, Lurah, Kades serta
para Tenaga Kesejahteraa Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Belu. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top