POLITIK

Hadapi Tahun Politik, BKOW Gelar Dialog Publik

KUPANG, Kilastimor.com-Dalam memperingati hari perempuan Internasional setiap tanggal 8 Maret,  Badan Kerja Organisasi Wanita (BKOW) Nusa Tenggara Timur kembali menggelar Dialog Publik dengan tema Peran Perempuan dalam Menghadapi Tahun Politik 2018-2019.

Mahani Haji Saleh, S.Pd Ketua panitia
dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mendorong partisipasi aktif perempuan di tahun politik 2018 dan 2019, mendoromg dukungan kepada perempuan potensial untuk mengambil posisi politik di berbagai lembaga serta mendorong partisipasi perempuan untuk terlibat sebagai pemilih dan dipilih dalam perhelatan politik lokal di tahun 2018 dan pemilihan legislatif 2019.

Dalam sambutannya, ketua BKOW Dra. Kristofora Benedicta Memperhatikan rendahnya kertelibatan perempuan dalam politik praktis maka diperlukan dorongan afirmatif dan beranjak dari realita yang ada maka sudah sewajarnya untuk saling menopang.
“Kegiatan ini untuk mengidentifikasi serta  mencari solusi terhadap kenyataan yang ada minimnya keterlibatan kaum perempuan di panggung politik,” ungkapnya.

Diakhir kata ia mengharapkan agar peserta Memanfatakan kegiatan yang digelar untuk mempersiapakan diri dalam partisipasi politik.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya yang  diwakili oleh Kepala Biro Kesra NTT, Barthol Badar mengatakan bahwa ada kekuatan besar yang dimiliki oleh kaum perempuan bangsa ini dan sejarah terus mencatatnya. Lanjutnya selain Mengucapkan terima kasih kepada BKOW yang menkoordinasi dan menyelanggarakan kegiatan ini ia mengungkapkan bahwa tidak semua perempuan berani, namun ada keterwakilan perempuan yang tangguh, ini bentuk persamaan gender.

Baca Juga :   Puluhan Ribu Umat Katolik Ikuti Puncak Perarakan Besar Malaka 2016

“Perempuan menjadi pejuang utama untuk sebuah perubahan. Karenanya, momentum hari ini menjadi momentum refleksi sekaligus momentum untuk menyatukan tekad dan kemampuan perempuan perempuan NTT  untuk bertarung di medan juang dan medan politik,” katanya.

Lanjutnya, Peristiwa hari ini merupakan sosialisasi dan aktualisasi perempuan untuk terus maju dan melangkah untuk membangun keluarga dan daerah.

Pada sesi diskusi, hadir Lusia Adinda Dua Nurak S.pd, MM membawa materi Peran Organisasi Perempuan dalam mendorong keterwakilan perempuan di Eksekutif dan Legislatif, Ketua KPU NTT Maryanti L. Adoe ( sistem pemilukada dan pemilu Legislatif  dan peluang keterwakipan perempuan), Dr. David Pandie, M.Si ( Politik Lokal dan peluang representasi perempuan di Eksekutif dan Legislatif), Kepala Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perkindungan Anak Provinsi NTT Maria Bernadeth Usboko (Peran Pemerintah dalam mendorong Program dan Alokasi Anggaran untuk Partisipasi Perempuan di tahun politik), di mana Maria M. Bhua, S.Pd, MM menjadi moderator.

Ketua KPU dalan pemaparan materinya mengungkapkan kenyataan bahwa hingga saat ini negera memberi ruang yang sama kepada kaum perempuan maka apapun yang terjadi sesama kaum perempuan terus berjuang. Pada kesempatan itu Maryanti  bangga bahwa saat ini ada beberapa kaum perempuan yang bertarung di pilkada serentak.
” sebagaimana kita ketahui, dalam pilkada serentak 2018 di NTT untuk tingkat provinsi hanya ada satu. Kemudian di tingkat kabupaten pun hanya ada di kabupaten Rotendao satu sebagai calon Bupati dan satunya sebagai wakil Bupati” Infonya.

Baca Juga :   Lakalantas, Satu Anggota Polres Belu Tewas di Tempat. Ini Kronologisnya

Maryanti mengharapakan agar ke depan perempuan-perempuan tangguh terus berjuang bersama. (dinho mali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top