RAGAM

Ini Alasan Kepala Puskesmas Wedomu Beri Penilaian D Kepada Tiga orang Teko

RDP DPRD Belu dengan Pimpinan Puskesmas Wedomu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Puskesmas Wedomu, Yanuarius Bau Bale membeberkan beberapa alasan memberikan penilaian D pada pada ketiga tenaga kontraknya. Penilaian tersebut mengakibatkan, ketiga tenaga kontraknya harus diputuskontrakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.

Alasan penilaian tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Puskesmas Wedomu, Yanuarius Bau Bale kepada forum pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Kabupaten Belu pada Selasa, (06/03/2018).

Yanuarius yang terlihat sedikit tegang pada forum tersebut mengungkapkan satu per satu alasan sampai dia harus memberikan penilaian D.

Dijelaskan, penilaian yang dia lakukan sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah diberikan dinas kepadanya. Ada tiga penilaian utama yaitu, disiplin, kinerja dan perilaku.

Alasan dirinya memberikan penilaian D kepada Fransisco Alfonso karena ada sedikit keributan yang dilakukan Fransisco pada dirinya di ruang kerja kepala Puskesmas.

Dikatakan, pada pada Senin setelah pertemuan awal minggu dengan semua pelaku program dan tenaga kontrak, dia meminta untuk semua tenaga kontrak mengumpulkan buku harian yang sudah mereka buat selama ini. Tujuannya untuk mempermudah penilaian yang akan dilakukannya.

Setelah pertemuan itu, Yanuarius kembali ke ruang kerjanya. Namun, beberapa saat kemudian, Fransisco datang menggunakan motor dan langsung parkir di samping ruangannya. Sebelum memarkir motornya, Fransisco masih menghias motornya yang menarik perhatian banyak orang.

Setelah memarkir motornya, Fransisco langsung datang menuju ke ruang kerja kepala puskesmas. Ketika hendak masuk ruang kerja kepala puskesmas, Fransisco menendang pintu kepala puskesmas. Masih belum puas, Fransisco juga menendang meja tamu yang ada dalam ruang kerja kepala Puskesmas. Saat itu ada satu unit printer yang ditaruh di atas meja tamu pun terjatuh akibat kerasnya tendangan tersebut. Yanuarius yang melihat hal tersebut langsung berdiri menghampiri Fransisco.

Baca Juga :   Walau Kewenangan Pengelolaan SMA di Provinsi, Pemkab Malaka Tetap Proyeksikan SMAN Harekakae Jadi Sekolah Unggulan

Para pegawai Puskesmas lainnya langsung menghampiri Fransisco dan berusaha menenangkan dia. Hanya saja kepala puskesmas menyuruh mereka semua keluar.

Setelah semuanya keluar, Yanuarius merangkul Fransisco di bahunya dan bertanya: “Ada apa? Kenapa begini? Kita tidak bisa omong baik-baik ka?”. Tak menjawab pertanyaan Yanuarius, Fransisco langsung berjalan pulang kembali ke rumahnya.

Fransisco di Puskesmas Wedomu diperbantukan sebagai Bendahara II. Dia yang mengurus dapurnya Puskesmas Wedomu.

Keesokan harinya, Fransisco datang kembali ke ruang kerja Yanuarius dengan membawa sebuah map. Saat itu, masih awal bulan. Para pegawai belum menerima gaji. Pikir Yanuarius, kedatangan Fransisco kali ini untuk menyodorkan berkas keuangan untuk segera dicairkan. Namun sayang, map yang dibawa Fransisco ternyata sebuah kopian surat pengunduran diri yang diserahkan kepada Bupati Belu.
“Saya sangat kaget dengan apa yang dilakukan Fransisco,” ujar Yanuarius.

Itulah alasan dia memberikan penilaian D kepada Fransisco.

Selanjutnya, Yanuarius memaparkan alasan dirinya memberikan penilaian D kepada Lodia Bubu Riu. Beberapa saat sebelum mengungkapkan alasannya, Yanuarius masih terdiam, seakan tak mampu mengungkapkan alasannya. Namun, ia mencoba kuat dan memohon maaf pada forum sebelum dia mengungkapkan alasannya.

Dijelaskan bahwa dia sebenarnya tidak ingin menyakiti perasaan Lodia yang sementara sedang berbadan. Namun, karena permintaan forum maka dia terpaksa harus membenarkannya.

Dikatakan, Lodia saat ini sedang mengalami sedikit gangguan kejiwaan. Karena itu, dia tak diberikan tugas apapun selama masa penyembuhan ini. Itulah alasan dia memberikan penilaian D kepada Lodia.

Baca Juga :   231 CPNS Kota Kupang Terima SK Pengangkatan, Sekda Minta Tingkatkan Pengetahuan

Selanjutnya, Yanuarius membeberkan alasannya memberikan penilaian D kepada Lidia Leni Luruk. Dikatakan, Lidia memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat kurang. Dia sering masuk kerja sesuka hati. Dia selalu datang tidak tepat waktu.

Alasan tersebut yang membuat Yanuarius memindahkan Lidia ke Puskesdes Boroktetuk. Tujuannya agar Lidia dapat merubah kedisiplinannya dalam bekerja.

Akan tetapi, setelah dipindahkan ke Puskesdes Boroktetuk pun, Lidia masih melakukan hal yang sama. Karena itu, dia memberi nilai D kepada Lidia.

Marthen Nai Buti yang memimpin rapat tersebut memberikan kesempatan kepada tiga orang yang diputus kontrak untuk melakukan pembelaan. Namun, mereka membenarkan apa yang disampaikan oleh pimpinan mereka.

Sebelum kesimpulan diambil, Yanuarius memohon agar pengabdian yang sudah dilakukan bawahannya selama belasan tahun dihargai oleh Pemda Belu. Karena itu, dia meminta agar kalau bisa bawahannya tidak digantikan dengan tenaga kontrak yang baru.

“Saya memohon dengan sangat pada forum yang terhormat ini, agar kalau SK tenaga kontrak masih bisa direvisi, saya mohon agar bawahan saya jangan diganti. Mereka sudah mengabdi selama belasan tahun. Saya juga masih bisa membina mereka. Semoga kejadian ini menjadi pengalaman berharga buat mereka memperbaiki kinerja mereka dalam pelayanan terhadap masyarakat. Ini masalah kemanusiaan. Ini masalah nurani,” harapnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top