RAGAM

Ini Kronologi Lengkap Kasus Penyegelan SMAN Io Kufeu

Warga ketika menyegel gerbang SMAN Io Kufeu.

BETUN, Kilasyimor.com-Kasus Penyegelan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Io Kufeu yang terjadi, Jumat (2/3/2018) di Desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka, merupakan rentetan dari kasus sebelumnya yang terjadi pada September 2017 lalu.

Kasus ini bermula ketika pihak sekolah melakukan pemecatan tiga orang siswa dari sekolah dan pemenjarahan orang tua murid.
Ini kronologis lengkap kasus yang terjadi pada tahun 2017 yang lalu.

Kapolsek Sasitamean IPTU Agustino de Araujo ketika dikonfirmasi menjelaskan, kasus ini berawal Senin (22/8) 2017 sekira pukul 09.30 Wita. Kala itu terjadi kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh siswa atas nama Jhon Rubertus Bouk, Giregorius Fios dan Yuventus Molo terhadap korban, Andi Rico Nahak pada waktu jam istirahat pertama di luar lingkungan sekolah.

Setelah perkelahian tersebut bilang dia, guru piket saat itu, memberitahukan kejadian tersebut kepada kepala SMAN Io Kufeu, Marianus Bouk untuk ditindaklanjuti sesuai hasil keputusan komite.
Hasilnya, kepala sekolah setempat langsung mengeluarkan ketiga siswa tersebut dari SMAN Io Kufeu.

Kemudian pada Rabu (6/9/2017), sekitar pukul 08.00 Wita, orang tua dari ketiga siswa yang sudah dikeluarkan dari sekolah SMAN Io Kufeu antar lain, Blasius Kiik (42) kepala dusun Bakiornai, Wendelina Funan (43)
Vinsensius Fios (23), Nofrianti Mea (27), bersama masyarakat sekira 30 orang datang ke lingkungan SMAN Io Kufeu, untuk mengklarifikasi atas keputusan dikeluarkan ketiga siswa itu.

Baca Juga :   Ini Jumlah Sementara Peserta Seleksi CPNS dan PPPK Belu

Dari hasil klarifikasi, kepala sekolah SMAN Io Kufeu tidak menerima masukan dari orang tua siswa sehingga terjadi kesalah pahaman atau adu mulut dengan orang tua siswa.

Saat itu lanjut Kapolsek, terjadi pengancaman yang dilakukan oleh saudara Blasius Kiik Cs terhadap kepala sekolah. Kepala SMAN Io Kufeu, Marianus Bouk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sasitamean pada Senin (12/9/2017) tentang kasus pengancaman yang dilakukan oleh Blasius Kiik Cs.

Laporan tersebut ungkap Araujo, Kapolsek Sasitamean bersama anggota polsek melakukan mediasi sebanyak dua kali akan tetapi tidak ada kesepakatan sehingga dari pihak korban yakni Kepala SMAN Io Kufeu, Marinus Bouk menuntut agar masalah pengancaman tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku. Sehingga Pada Rabu (28/2/2018) kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan atau tahap dua untuk diproses lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dari rentetan kejadian itu, akhirnya Jumat (2/3) warga memilih memblokir atau menyegel sekolah tersebut sebagai ungkapan rasa ketidakpuasan atas serangkaian kasus-kasus yang terjadi. (adhi teiseran)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top