RAGAM

Ini Perjuangan Ny. Almira Lopez Bisa Menyekolahkan Dua Anaknya Hingga Lulus Sarjana

Ny. Almira Lopez beri kesaksian soal perjuangannya.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Hidup serba terbatas harusnya tak membuat setiap orang pasrah dengan keadaan. Berjuang dari waktu ke waktu untuk mencapai apa yang dicita-citakan adalah sebuah tugas yang wajib dilakukan.

Almira Lopez, salah satu perempuan paruhbaya yang memberi pelajaran berarti tersebut. Almira, begitu biasa ia disapa oleh tetangganya, tinggal di sebuah gubuk reot di Dusun Wekiar, Desa Dualaus, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, bersama suami dan empat orang anaknya.

Dengan uang Rp 15.000, ia membeli sayur dari para petani untuk kembali dijualnya dari rumah ke rumah. Keuntungannya dipakai sebagian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sisanya ia kumpulkan untuk terus menambah modal dalam usahanya.

Dengan keuntungan yang dikumpulkan dari hari ke hari, ia menambah modal untuk berjualan sayur lebih banyak di hari pasar. Dengan keuntungan itu pula, suaminya dapat membeli sebuah gerobak dorong untuk berjualan sayur sehari-hari.

Sampai suatu ketika, Almira membeli benang untuk menenun kain. Almira memang memiliki bakat dalam menenun sejak kecil. Dengan bakat yang dilatih oleh kedua orang tuanya tersebut, ia beralih pekerjaan ke menenun. Sedangkan, sang suami terus berjualan sayur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasil tenunan tersebut dijualkan ke pasar tradisional Desa Dualaus. Selain itu, dia juga menjual hasil tenunannya ke Pasar Baru Atambua.

“Selama ini saya kerja hanya anyam kerajinan tangan. Hasilnya dipakai untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak,” tutur Almira ketika memberi kesaksian hidup dalam acara Hari Perempuan Sedunia yang dibuat di Taman Kota Atambua, Kamis (08/03/2018).

Baca Juga :   50 Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional Dilantik Wali Kota Kupang

Dihadapan Ketua Tim Penggerak PKK Belu dan para undangan, Almira menuturkan hasil kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil yang membanggakan. Almira mampu menyelesaikan pendidikan sarjana kedua orang anaknya. Saat ini, putra ketiganya masih duduk di bangku pendidikan SLTP. Sedangkan, Putri bungsunya masih berada di bangku Sekolah Dasar.

“Dua anak saya sudah sarjana. satunya SMP dan satu lagi masih bangku SD,” ujar Almira.

Almira bukan seorang seorang pejuang wanita yang hebat. Dia bukan tokoh dunia yang dikenal banyak orang. Namun, kisah perjuangan Almira bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan, khususnya remaja putri yang menjadi generasi penerus bangsa.

Dengan kondisi kehidupan serba terbatas, wanita paruh baya ini tetap tangguh. Tidak kenal lelah dalam berjuang melawan kerasnya hidup. Almira bekerja keras membantu suami dalam memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga demi mewujudkan impian buah hati mereka.

“Perlu diakui bahwa di balik kesuksesan seorang pria, ada wanita tangguh yang selalu setia mendampingi. Karena itu, wanita harus selalu dihargai dan dihormati oleh kaum pria”. Demikian ujar Bupati Belu, Willy Lay yang hadir dalam acara tersebut. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top