RAGAM

Ini Pesan Ketua Mada LVRI Provinsi NTT Saat Pelantikan 12 Pengurus Ranting Veteran Lingkup Macab LVRI Belu

Ketua Mada LVRI NTT saat membacakan sambutannya.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia Markas Cabang (LVRI Macab) Belu dihimbau jangan terpengaruhi dengan kepentingan sesaat karena akan merusak citra organisasi.

Demikian tutur Ketua Markas Daerah (Mada) LVRI Provinsi NTT, Mayor TNI (Purn) Stanislaus Dawu dalam sambutannya saat melantik 12 pengurus ranting veteran lingkup Macab LVRI Belu di kantor Macab LVRI Belu, Rabu (14/03/2018).

Stanislaus mengatakan soal pro-kontra dalam organisasi LVRI adalah sebuah hal wajar. Akan tetapi, jangan sampai dibuat hingga menganggu roda perjalanan organisasi LVRI Belu.

Karena itu, dia meminta agar anggota veteran lingkup Macab LVRI Belu perlu menjaga citra veteran. Jangan saling mengadu domba sehingga merusak organisasi mantan para pejuang tersebut.

“Anggota veteran bahu-membahu dan gotong royong dalam menjalankan tugas organisasi. Tugas dan tanggung jawab perlu dilaksanakan dengan konsisten dan konsekuen. Karena veteran adalah organisasi nirlaba bekerja tanpa digaji. Akan tetapi sangat dituntut kerja keras dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” pintanya.

Terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Stanislaus mengatakan semua veteran di Provinsi NTT harus netral. Tidak boleh memihak pada suatu kepentingan politik.

“Jika ada veteran yang terbukti tidak netral dan melawan kode etik, maka akan ditindak tegas. Bahkan tidak tanggung-tanggung, kita akan pecat jika terbukti bersalah,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Stanislaus mengatakan akan dilakukan pelantikan Macab LVRI Malaka, karena kepengurusan veteran di Kabupaten Malaka segera berakhir, 29 April 2018 nanti.

Baca Juga :   Buser Polres Belu Amankan Kayu Hasil Illegal Loging

Ketua Macab LVRI Belu, Stefanus Atok Bau mengatakan pelantikan 12 ranting veteran terlaksana karena sudah melalui beberapa tahapan di antaranya pemilihan. Memang, ada dinamika dalam pemilihan pengurus ranting di 12 kecamatan. Namun, tidak menjadi hambatan dalam pengangkatan hingga pelantikan yang dilaksanakan.

“Proses pemilihan pengurus ranting perlu dihargai karena sifatnya berkelanjutan dan tidak abadi,” tuturnya.

Stefanus mengimbau agar urusan administrasi diperlukan komunikasi dan konsultasi secara satu pintu. Pihaknya sangat terbuka dan tidak menghambat urusan administrasi. (richi anyan/adhi teiseran)

Most Popular

To Top