NASIONAL

Jenazah Milka Boimau Dijahit dengan Senar, Keluarga Bersurat ke Kemenlu RI

Inilah jenazah Milka Boimau yang penuh jahitan.

KUPANG, Kilastimor.com-Lagi lagi Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTT meninggal dengan kondisi janggal di Malaysia. TKW itu adalah Milka Boimau.

Kematian TKW asal NTT di Negeri Jiran itu tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para pegiat anti trafficking, dan bagi bangsa Indonesia. Tetapi lebih dari itu membuat geram dan menyita perhatian mereka.

Bagaimana tidak, jenazah alamarhum  yang dikabarkan meninggal 9 Maret 2018 dalam waktu sekejab sudah bisa langsung dikirim pulang, bagi keluarga juga bagi para pegiat anti trafficking hal ini tidak sebagiamana biasanya. Disamping itu menurut mereka masih banyak hal hal yang mencurigakan.

Melihat hal ini, Pihak keluarga dalam hal ini Agustinus Boimau adik kandung almarhumah Milka Boimau, melalui koalisi peduli perdagangan orang melayangkan surat ke kemneterian Luar Negeri Indonesia

“Berhubung dengan adanya pengiriman jenasah Besa (Kaka Besar) Milka Boimau dalam kondisi yang sudah dijahit di bagian dada, tanpa adanya permintaan izin keluarga, maupun pemberitahuan kepada keluarga. Maka kami ingin meminta kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk mempertanyakan kepada Pemerintah Malaysia apa yang sedang terjadi kepada warga negara Indonesia ini,” ungkapnya.

Agus menceritakan, saudarinya Milka Boimau masih berbicara 9 menit dengan kekuarga sebelum meninggal di Kabupaten Kupang pada 9 Maret 2018 dengan menggunakan HP. Dia tidak mengeluh sedang menderita sakit.

Baginya, keluarga merasa sangat aneh karena: (1) 9 menit sebelum telfon dari Penang yang mengabarkan Ibu Milka sudah meninggal, Ibu Milka masih berbicara dengan keluarga. (2) Pada saat ia sedang berbicara lalu telfon diambil paksa dan keluarga mendengar ada orang yang berbahasa Melayu. (3) Dua kali ia masih mencoba untuk menelfon dan langsung dimatikan dari sana. Kemudian sekitar 9 menit kemudian keluarga mendapat telfon bahwa ia sudah meninggal.

Baca Juga :   RPM Berjalan Bagus, Bupati Malaka Tersenyum

(4) 20 menit kemudian keluarga mendapat telfon dari orang yang mengaku majikan dan mengatakan bahwa telfon diberikan kepada Pak Arif dari KJRI di Penang. Keluarga meragukan fakta-fakta ini, dan meminta agar pihak KJRI memeriksa dan memberikan klarifikasi.

Terkait dengan luka jahitan dari leher hingga perut. Keluarga merasa sangat aneh mengapa pihak keluarga tidak diinformasikan apapun, namun hanya mendapatkan jenazah.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top