EKONOMI

Kadiskop Malaka: Desa Penerima Dana Anggur Merah Harus Bentuk Koperasi

Kadis Koperasi pose bersama pemdamping desa anggur merah.

BETUN, Kilastimor.com-Dinas Koperasi Kabupaten Malaka menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Koperasi Desa Mandiri Anggur Merah di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu.

Pelatihan itu sendiri dilaksanakan di Hotel Ramayana, Betun, Selasa (13/3/2018).

Kadis Koperasi (Kadiskop) Kabupaten Malaka, Stefanus Klau dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dana anggur merah di desa khususnya terkait koperasi.

“Tenaga pendamping agar bisa memiliki keterampilan mendampingi pelaksanan anggur merah di desa. Jangan sampai mereka hanya menghubungi ketua kelompoknya via telepon saja, itu tidak bagus. Jika saya mengetahui pendamping yang memiliki kinerjanya seperti itu, maka saya akan membuat rekomendasi ke provinsi untuk segera melakukan pemecatan,” tegas Fanus Klau sapaan karib Kadis Koperasi Malaka.

Fanus Klau melanjutkan, tenaga pendamping harus tinggal di desa untuk melancarkan pendampingan di desa.
“Dulu program ini ditangani Bappeda namun saat ini diserahkan ke Dinas Koperasi untuk dikelola dan dikembangkan jadi semua pasti sesuai dengan misi dinas koperas,” terangnya.

Aturannya saat itu bilangnya, tidak seperti yang lalu-lalu, dimana pendampingnya tinggal di lain, dan bertugas di desa lain. Jelas itu tidak efektif. “Kita harapkan penempatan tenaga pendamping harus pada desa yang berdekatan agar memudahkan pendampingan anggota disetiap desa,” bilang mantan Kabag Ekonomi Setda Malaka itu.

Sampai saat ini imbuhnya, dana anggur merah sudah menyebar di berbagai desa sehingga perlu didata kembali untuk dilakukan pendampingan secara intensif.

Baca Juga :   SBS Instruksikan Pejabat Dilarang Gunakan Kendaraan Dinas Keluar Malaka

Dia menambahkan, di Malaka seharusnya ada 30 tenaga pendamping namun yang melamar hanya 25 orang. Karena itu, setiap pendamping akan mendampingi kurang lebih empat desa.

Ia berharap dana yang ada, bisa dikelola secara baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat guna peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Kalau bisa desa yang mendapatkan program anggur merah dan belum ada koperasinya, supaya segera dibentuk.
Kedepan koperasi akan mengelola pasar sehingga harus berbadan hukum,” pungkasnya. (pisto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top