RAGAM

Kasek: Tiga Orang Siswa SMAN Io Kufeu Dikeluarkan karena Langgar Aturan Sekolah

Aksi penyegelan SMAN Io Kufeu.

BETUN, Kilastimor.com-Kasus Penyegelan Sekolah SMAN Io Kufeu Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka yang terjadi Jumat (2/3/2018), mendapat tanggapan dari Kepala SMAN Io Kufeu, Marianus Bouk.

Kepala SMAN (Kasek) Io Kufeu, Marianus Bouk, ketika dikonfirmasi media ini via telpon selulernya mengatakan, pihaknya mengeluarkan tiga orang siswa tersebut karena melanggar aturan sekolah.

menurut dia, Pada tanggal 22 Agustus 2017 yang lalu, terjadi tindak pidana pengeroyokkan yang dilakukan oleh Jhon Robertus Bouk, Gregorius Fios, dan Yuventus Molo terhadap korban atas nama Andi Richo Nahak.

Tindakan tiga orang siswa tersebut mengakibatkan korban jatuh sakit dan mengalami luka-luka dibagian muka dan bibir.

“Kejadian itu berlangsung pada saat jam istirahat pertama di luar kompleks sekolah, Berdasarkan Hasil rapat Komite dengan orang tua murid bahwa siswa-siswa yang melakukan tindak pidana (perkelahian) pada jam sekolah akan dikeluarkan tanpa teguran lisan maupun tertulis, dan aturan ini merupakan hasil keputusan bersama sehingga saya mengambil keputusan berdasarkan aturan yang sudah disepakati bersama. Tapi keputusan tersebut Belum final karena masih menunggu keputusan dari ketua komite,” terang dia.

Ia menambahkan, selang beberapa hari kemudian orang tua murid datang demo di sekolah, selain mereka minta penjelasan saya terkait alasan saya mengeluarkan anak mereka dari sekolah, mereka juga mengeluarkan kata-kata kotor seperti b*bi, anj*ng dan b*doh. “Tidak saja itu, mereka (orang tua siswa-red) mengancam bahkan ada yang mencoba melakukan pemukulan terhadap saya. Alasan itu yang membuat saya ambil keputusan untuk lapor polisi, dan saya minta pihak kepolisian untuk proses mereka sesuai aturan hukum yang berlaku, jadi kalau ada yang saya bersikap arogan itu tidak benar pak. Justru mereka orang tua siswa yang tidak menghargai aturan yang sudah mereka buat dan sepakati bersama,” ungkapnya.

Baca Juga :   FOSOGOK Minta Usut Tuntas Tunsus Guru Perbatasan

Untuk diketahui, sampai saat ini, pasca penyegelan, Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) tetap berjalan normal, dan pihak kepolisian sudah melakukan mediasi pihak sekolah bersama orang tua murid yang melakukan penyegelan. Namun belum ada keputusan yang diambil karena masih menunggu kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) Malaka untuk memberikan solusi terbaik. (adhi teiseran)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top