RAGAM

Masalah Lahan, Pembangunan Bendungan Kolhua Bakal Dialihkan ke Belu

Ilustrasi Bendungan.

KUPANG, Kilastimor.com-Rencana pembangunan Bendungan Kolhua, di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang terancam batal.

Bendungan Kolhua masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang siap dibangun dengan anggaran Rp 550 miliar, kini terancam batal pembangunannya.

Dikabarkan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) itu akan dialihkan ke Welikis Haliboe, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Sebagaimana dilansir kupang.tribunnews.com 16/3/2018, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT, Ir. Andre Koreh, M.T mengatakan, Pemprov NTT ingin agar tujuh bendungan itu berada di NTT. Kalau kita tidak genap tujuh bendungan sebagai target yang dipatok, pastinya NTT merugi.
Sehingga Gubernur, berpendapat untuk mengalihkannya ke Kabupaten Belu.

Andre mengakui Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, sudah bersurat ke Menteri PUPR, di Jakarta, merujuk surat dari Bupati Belu, Willybrodus Lay, untuk dialihkan ke Kabupaten Belu.

“Karena ada masalah lahan di Kolhua maka berdasarkan petunjuk Pak Gubernur, dialihkan ke kabupaten Belu dan sudah ada jaminan dari pemerintah Kabupaten Belu. Tidak ada masalah terkait lahan untuk pembangunan bendungan tersebut,” ujarnya.

Terpisah dari itu, Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara II, di Kupang, Agus Sosiawan, membenarkan pembatalan pembangunan Bendungan Kolhua, di Kota Kupang. Hal ini terjadi akibat masalah lahan dan akan dialihkan ke Kabupaten Belu, berdasarkan usulan Gubernur NTT kepada Menteri PUPR di Jakarta.

Diinformasikan tujuh bendungan yang diprogramkan pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui PSN di NTT, masing-masing, Bendungan Raknamo (Kabupaten Kupang), Rotiklot (Belu), Napun Gete (Sikka), Temef (TTS), Mbay (Nagekeo), Manikin (Kabupaten Kupang) dan bendungan Kolhua dialihkan ke Kabupaten Belu. (*/dinho mali)

Baca Juga :   Pemda Malaka Siapkan Simulasi Tes CPNS
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top