RAGAM

Minimalisir Korban Tewas Diterkam Buaya, Para Camat di Malaka Diminta Gelar Ritual Adat

Stefanus Bria Seran

BETUN, Kilastimor.com-Bertambahnya populasi buaya di Malaka, menimbulkan masalah tersendiri. Salah satunya yakni kian sering buaya memangsa manusia di Kabupaten Malaka.

Wilayah Malaka terutama di Malaka Barat dan Malaka Tengah yang merupakan muara sejumlah sungai, menjadi sarang buaya brrkembang biak dan manusia pun tak luput menjadi santapannya.

Melihat hal ini, Pemerintah Kabupaten Malaka tidak tinggal diam untuk melindungi dan menyelamatkan masyarakatnya. Berbagai cara dilakukan, termasuk ritual adat pun bakal ambil.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan Jumat (16/3) menyebutkan buaya yang memangsa manusia di Malaka, semakin tinggi angkanya dan tidak bisa disepelekan.

Sejauh ini, Bupati Stefanus Bria Seran sudah mengintruksikan kepada semua camat di kabupaten malaka agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk ritual adat, sehingga tidak ada lagi korban yang di mangsa oleh buaya.

Namun jika langkah pemasangan papan peringatan maupun ritual adat tidak berhasil menekan angka kematian warga akibat dimangsa buaya, maka akan dilakukan langkah lain.

“Kita tidak membunuh buaya, karena buaya sala satu binatang dilindungi,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2018, sudah ada 4 warga Kabupaten Malaka menjadi korban dari ganasnya buaya.

Korban pertama (4/1/2018) Yeremias Seran (82), warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat. Diterkam buaya saat hendak mengambil air di sungai Benenain untuk merebus ubi.

Korban Kedua, Lusia Hoar (50), guru sekolah dasar (SD) GMIT, Desa Makthian, Kecamatan Malaka Barat. Lusia tewas terkam buaya ketika menangkap kepiting di Sungai Benenain, pada 9 Februari 2018.

Baca Juga :   Lomba Cerita Rakyat dan Pidato Bentuk Mental Sejak Dini

Korban Ketiga Fransiskus Klau Tefa, Warga Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, pada 5 Maret. Diketahui diterkam buaya saat melakukan pencarian kepiting di muara Uluklubuk.

Korban keempat Susana Tora (55), warga Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah pada 12 Maret. Korban diterkam buaya, ketika hendak menimba air di kali Benenain. Secara tiba-tiba buaya muncul, langsung menerkam korban dan menyeretnya ke tengah sungai. (pisto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top