HUKUM & KRIMINAL

Ose Pelaku Penyelundupan BBM dan Beras dalam Penyelidikan Polsek Lamaknen. Kapolres Belu: Tidak Ada Manusia yang Kebal Hukum

AKBP Christian Tobing

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing menegaskan tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang kebal hukum. Karena itu, siapa pun yang bersalah harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal ini diungkapkan oleh AKBP Christian Tobing untuk menampik anggapan liar yang sedang beredar di masyarakat terkait dengan kasus penyelundupan beras dari Timor Leste menuju ke Atambua yang dilakukan oleh Ose beberapa waktu lalu di Dilumil, Lamaknen.

Inilah truk milik Ose pelaku penyelundupan yang diamankan Polsek Lamaknen.

“Tidak ada satu manusia pun yang kebal hukum. Jika terbukti bersalah, maka dia harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Kapolres Belu ketika dikonfirmasi kilastimor.com, Kamis (22/3/2018).

Dijelaskan, Ose saat ini masih dalam penanganan Polsek Lamaknen. Pihak polsek masih melakukan pendalaman untuk mengetahui lebih lanjut kasus tersebut.

“Pihak kami masih melakukan pendalaman lebih. Kita harapkan masyarakat untuk membantu kami dalam proses pendalaman masalah ini,” ujarnya.

Dikatakan bahwa Ose juga saat ini merupakan tahanan wajib lapor di Polres Belu. Sebelumnya, Ose juga pernah ditangkap warga Dilumil perbatasan RI-RDTL, Kamis (28/12/2017) malam.

Mobil ini ditahan karena diduga membawa sejumlah barang yang hendak diselundupkan ke Timor Leste melalui Dilumil, Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.

Dijelaskan oleh AKBP Christian Tobing bahwa Ose telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas yakni melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga BBM bersubsidi tanpa izin usaha.

Baca Juga :   Sekda Belu akan Tutup PSHT dan IKS

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini, bahwa sejumlah warga Builalu, Kecamatan Lamaknen, Belu, yang gerah dengan aksi penyelundupan di daerah perbatasan RI-RDTL berhasil menggagalkan penyelundupan dari Timor Leste menuju ke Atambua, Jumat (16/3/2018) sekira pukul 05.00 pagi.

Kepada kilastimor.com, sejumlah warga yang melakukan aksi penggagalan penyelundupan tersebut mengaku gerah dengan tidakan oknum yang akrab disapa Ose tersebut. (richi anyan)

Loading...
Loading...
To Top