HUKUM & KRIMINAL

Pelaku Pembunuhan di Venice Club Kupang Dituntut 14 Tahun Penjara

Terdakwa pembunuhan sedang mendengarkan pembacaan tuntutan JPU.

KUPANG, Kilastimor.com-Sidang kasus pembunuhan Arthur Imanuel Maurisco Baun alis Bombo di Venice Club (10/9/2017) oleh Terdakwa Martinus Nando Riri (23)  alias Nando telah melewati rangkaian proses hukum, hingga tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (12/3/2018).

Diberitakan media ini sebelumnya bahwa sidang dengan No: 305/Pid.B/2017/PN.Kpg telah dimulai sejak 29/11/2017 dengan pembacaan dakwaan yang pada intinya Nando Pria kelahiran Ende 27 Juli 1995 ini didakwa dengan dakwaan primair Pasal 338 KUHP dan dakwaan Subsidair Pasal 354 ayat (2) dan Pasal 351 (3) KUHP.

Dihadapan Majelis Hakim Anak Agung Made Aripati Nawaksara, Reza Tyrama, Budi Aryono dan Penitera Pengganti Noh Fina, Jaksa Penuntut Umum Januarius L. Bolitobi, SH membacakan surat tuntutannya dengan pertimbangan
Semua unsur dalam dakwaan primair semua terbukti meyakinkan sehingga Bolitobi berpendapat bahwa dakwaan subsidair tidak perlu dibuktikan lagi.

Sementara itu dalam surat tuntutan, menurut Penuntut Umum berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, Surat, petunjuk, Bolitobi menggambarkan kronologis kasus terjadi ketika club venice akan ditutup, dan pada tangga turun terjadi perkelahian antara Pelaku dan Korban kemudian teman Korban Jefri Blegur memboncengi Korban namun karena pelaku melempar dengan batu lalu korban terjatuh dan Jefri Blegur pergi tanpa sadar korban telah jatuh dari motor dan ditusuk oleh Pelaku.

Pertimbangan pertimbangan yang memberatkan bagi terdakwa adalah tindakan terdakwa meresahkan masyarakat, menghilangkan nyawa orang lain, sedangkan pertimbangan yang meringankan bagi Terdakwa masih berusia muda sehingga masih bisa memperbaiki kesalahan terdakwa.

Baca Juga :   MKKS Malaka Gelar Lomba Debat dan O2SN

Pada inti tuntutannya, JPU menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan: menyatakan Terdakwa Martinus Nando Riri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang sesuai  dakwaan primair,  menuntut Terdakwa dipenjara selama 14 tahun dikurangi  sepenuhnya  masa tahanan Terdakwa.

Sidang dengan jumlah pengunjung yang berimbang antara keluarga Pelaku dan korban terlihat kaku dan tegang. Di akhir persidangan ibu dari Korban Alm. Arthur Baun alias Bombo, Yosefina Lika Bere kepada media ini mengatakan sejumlah kekesalan dan secerca harapan.

“Sudah seharusnya pasal 340 KUHP yang digunakan, fakta persidangan menunjukan bahwa pembunuhan kepada anak saya ( Arthur Armindo Baun)  ini sudah direncanakan,” pintanya dengan suara gemetar.

Bagi Yosefina, pembunuhan ini sudah dirancangkan, dan Jaksa dinilai belum profesional, dimana pada fakta persidangan sebelumnya ada yang dengan terang terang mengatakan bahwa  Arthur Baun alis Bombo dijemput oleh dua teman  dan mereka bersama melakukan kejahatan. Lanjutnya, sudah sewajarnya Jaksa menggali dan menepatapkan mereka sebagi  tersangka karena turut serta melakukan.

“Hingga saat ini teman temannya masih berkeliaran. Seharusnya dipanggil,” katanya

Ia menyayangkan nyawa anaknya yang hilang dengan kondisi tubuh tertusuk benda tajam sebanyak sembilan tusukan, sayatan dan bekas seretan kaki ini tidaklah mungkin dilakukan seorang diri.

“Tidaklah mungkin dia (Nando Riri) melakukan hal ini sendiri-sendiri. Bandingkan postur tubuhnya Nando dan Bombom tidak sebanding. Kalau satu melawan satu pasti Nando juga ada bekas luka. Jaksa ini belum menunjukan sikap profesional,” katanya.

Baca Juga :   Wali Kota Kupang Sambut Baik Penandatanganan MoU antara Pemprov dan Kejati NTT. Ini Isi MoU

Pada bagian akhir ia secara pribadi dan atas nama keluarga korban menghormati proses hukum yang ada namun ia mengharapkan agar para penegak hukum tetap menunjukan prosfesionalitas.

“Kita harapkan pengadilan nantinya memberikan putusan yang adil. Bila perlu seumur hidup karena anak saya juga meninggal. Sedangkan untuk penegak hukum tolong profesional, ini pengadilan duniawi masih ada pengadilan di atas yang lebih tahu dan darah pasti menuntut dan membalas,” tegasnya lirih.

Diinformasikan sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan terhadap tuntutan JPU oleh Terdakwa dan atau penasehat hukum terdakwa. (dinho mali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top