POLITIK

Perempuan Menjadi Aset Pembangunan di NTT

Anggota DPRD NTT, Aleta Baun sedang memaparkan materinya.

KUPANG, Kilastimor.com-Seminar nasional kembali diselenggarakan Sekretariat Nasional  (Seknas) Jokowi  NTT di bawah tema  Dilema Perempuan dalam Pusaran Demokrasi.

Ketua presedium Seknas Jokowi NTT  Raymundus Penana Nuba dalam arahannya menyebutkan, sejak 2014 Seknas jokowi hadir untuk  memulai gerakan perubahan politik dan sosial. Di lain sisi dia percaya bahwa Jokowi sangat perhatian terhadap pembangunan  NTT hal ini ditandai dengan kehadirannya di NTT yang berulang ulang kali.

“Karenanya kami yang tergabung dalam Seknas turut bangga dan siap mendukung Jokowi untuk perubahan. Selain itu Jokowi juga sangat perhatian kepada kaum perempuan, karenanya tidak salah  kami menggelar seminar ini. Perubahan di lingkungan terkecil  ada di tangan perempuan,” ujarnya.

Kegiatan seminar menghadirkan narasumber tokoh tokoh perempuan tangguh, Ismarilda, SH (DPN seknas Jokowi), Balkis Soraya (Sosiolog), Aleta Baun (Aktivis/ Politisi), Veronica Seuk Ata  (Aktivis), Yovita Mitak (Aktivis), Aurola Modo (Wasekjen II DPN Seknas  Jokowi) dan dimoderator Ana Junanda.

Aleta Baun dalam materinya tentang Perempuan nahkoda perubahan
Sangat menyayangkan bahwa ada kesenjangan antara produk undang undang dalam hal partisipasi perempuan 30 persen di dunia politik tetapi kenyataan sering perempuan dinomorduakan misalnya di caleg sering nomor di “bawah sepatu”.

“Karena itu saatnya kita memilih perempuan karena kenyataan perempuan di NTT sangat potensial dan hebat,” Ungkap Aktivis perempuan dan anggota DPRD NTT yang pernah diundang bertemu Barack Obama di Gedung putih ini.

Baca Juga :   Isi Kekosongan Jabatan, Pemkab Malaka Segera Mutasi Pejabat Eselon III dan IV

dr. Yovita Mitak dalam materinya memaparkan peran perempuan falam demonrasi dan menantang kaum perempuanharus siap dalam pusaran demokrasi.
” Kita harus berjuang aktif.  Karena perempuan adalah aset perubahan bangsa.
Karena itu sudah saatnya perempuan bersuara. Membangun perempuan adalah mebangun bangsa dan dunia” Himbaunya tegas diiringai tepukan tangan ribuan peserta seminar.
Lanjutnya Perempuan harus kuat  untuk berdemokrasi bukan demokrasi karena belas kasihan.

Pada kesempatan diskusi  seluas luasnya pemandu acara memberikan kesempatan kepada belasan penanya dan Kegiatan seminar berakhir dengan  ramah tamah.

Sementara itu, Veronica Seuk Ata membawakan materi mengenai sejarah gerakan perempuan Indonesia dan NTT, Balkis Soraya Tanof tentang kepemimpinan Feminis: karakter kepemimpinan perempuan di ruang publik, dan Aulora Modo tentang Peran pembangunan Perempuan masa kini.(dinho mali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top