RAGAM

Simulasi Pengurangan Resiko Bencana Warnai Penutupan Program Sekolah Aman di Nenonaheun

Simulasi pengurangan resiko bencana alam.

SOE, Kilastimor.com-Acara Penutupan Program Sekolah Aman yang sudah dicanangkan sejak 2015 bertempat di SD Inpres Nenonaheun, Kamis (8/03/2018).

Program Sekolah tersebut atas kerjasama Plan Internasional, Plan Korea, Plan Area Timor dan Koika yang dilaksanakan pada 15 sekolah di TTS.

Kepedulian terhadap pendidikan dan sangat menjadi motivasi SD Inpres Nenonaheun.

Pimpinan Plan Iternasional, Mirna Efora mengungkapkan Wilayah TTS adalah wilayah yang rawan bencana sehingga perlu diperkenalkan sejak dini tentang resiko pengurangan bencana karna biasanya yang korban adalah anak anak.

Termasuk dalam program sekolah aman adalah Penyediaan air bersih, pengadaan buku di perpustakaan sekolah.

Dikatakan, selama 3 tahun kerjasama semua pihak adalah kunci keberhasilan program ini.

Kadis, Sepirius E. Sippa dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Plan Internasional dan semua pihak atas kerjasama selama ini, dan berharap bisa dilanjutkan. “Program ini membantu sekolah-sekolah. Kami harap bisa dilanjutkan,” paparnya.

Kepala Sekolah SD Inpres Nenonaheun, Albinus Alle kepada media mengharapkan kerjasama tetap dilanjutkan dan juga perhatian pemerintah untuk mendukung segala kegiatan di sekolah untuk meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan.

Dalam acara tersebut juga diadakan simulasi pengurangan resiko bencana yang diperankan oleh siswa/i SD tersebut.

Hadir Dalam acara tersebut Kadis PPO, Ketua Forum Penanggulangan Bencana, Oki Laisnima, Jusuf Alle Sekretariat BPBD, Kepala Desa Noenbila dan Perwakilan kecamatan Mollo Tengah. (erik sanu)

Baca Juga :   Hadapi Ngada, Persema Malaka Bertekad Suguhkan Permainan Menarik
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top